ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Langgar Syariat, Warga Banda Aceh Dilarang Rayakan Tahun Baru 2026

Sabtu, 27 Desember 2025 | 09:54 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Kota Banda Aceh pada malam hari.
Kota Banda Aceh pada malam hari. (PLN/Istimewa)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Banda Aceh mengeluarkan seruan bersama larangan tidak merayakan malam pergantian tahun 2025-2026.

“Kami mengimbau kepada warga Kota Banda Aceh tidak merayakan tahun baru, mari memperbanyak ibadah, muhasabah (introspeksi diri), dan berdoa agar tahun baru membawa kebaikan,” kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal dikutip dari Antara, Sabtu (27/12/2025).

Seruan tersebut disampaikan setelah dilaksanakan penandatanganan bersama Forkopimda Banda Aceh pada rapat koordinasi bersama dalam rangka pengamanan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Banda Aceh pada Jumat (26/12/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam imbauan tersebut, masyarakat yang berada di ibu kota Provinsi Aceh itu diminta tidak merayakan malam tahun baru 1 Januari 2026 dengan pesta kembang api, mercon, atau petasan, meniup terompet, balapan kendaraan, dan lainnya baik di tempat terbuka maupun tertutup.

"Tidak boleh melakukan kegiatan hura-hura lainnya yang menimbulkan kerumunan massa, tidak bermanfaat serta bertentangan dengan syariat Islam dan adat istiadat Aceh,” ujarnya.

Kemudian, kepada pedagang, dilarang untuk memperjualbelikan petasan, mercon, kembang api terompet atau sejenisnya. Semua ini, demi terciptanya ketertiban dan ketenangan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, meminta masyarakat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat beragama, meningkatkan kepedulian dalam menegakkan syariat Islam, saling menghormati dan membantu demi tercapainya ketertiban dan keamanan.

Illiza mengatakan, meski sebagian besar warga Banda Aceh tidak merayakan Natal dan tahun baru, tetapi pemerintah bersama Forkopimda tetap melakukan pengamanan saat pergantian tahun nanti.

"Pengamanan tetap kita lakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas IIliza.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Walkot Banda Aceh Bicara Inflasi hingga Smart City di Podcast Relasi

Walkot Banda Aceh Bicara Inflasi hingga Smart City di Podcast Relasi

NUSANTARA
2 Mahasiswa Jadi Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK

2 Mahasiswa Jadi Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK

NUSANTARA
Terancam 5 Tahun Bui, Ini 3 Pengasuh Penganiaya Anak di Daycare Aceh

Terancam 5 Tahun Bui, Ini 3 Pengasuh Penganiaya Anak di Daycare Aceh

NUSANTARA
3 Pengasuh Jadi Tersangka Penganiaya Balita di Daycare Banda Aceh

3 Pengasuh Jadi Tersangka Penganiaya Balita di Daycare Banda Aceh

NUSANTARA
Warung Ayam Keprek 'Pangku' di Aceh Digerebek, Begini Modusnya

Warung Ayam Keprek 'Pangku' di Aceh Digerebek, Begini Modusnya

NUSANTARA
Lagi-lagi Kekerasan Anak di Daycare Terjadi, Kali Ini di Aceh

Lagi-lagi Kekerasan Anak di Daycare Terjadi, Kali Ini di Aceh

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon