ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jembatan Krueng Tingkeum Aceh Terapkan Sistem Buka Tutup Setiap 1 Jam

Minggu, 28 Desember 2025 | 11:56 WIB
WM
SM
Penulis: Wahyu Majiah | Editor: SMR
Antrean kendaraan menunggu giliran naik ke jembatan Krueng Tingkuem, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (28/12/2025).
Antrean kendaraan menunggu giliran naik ke jembatan Krueng Tingkuem, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (28/12/2025). (Beritasatu.com/Humas Pemerintah Aceh)

Bireuen, Beritasatu.com - Jembatan bailey Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh masih diberlakukan sistem buka tutup setelah diresmikan pada Sabtu (27/12/2025). Hal itu dilakukan mengingat kondisi jembatan masih bersifat darurat di tengah ramainya arus lalu lintas Jalan Nasional Banda Aceh-Medan.

Juru Bicara Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh Murthalamuddin mengatakan operasional jembatan darurat itu diberlakukan buka tutup setiap 1 jam guna menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja siang dan malam, saling bahu-membahu dalam penanganan jembatan ini,” ujar Murthalamuddin, Minggu (28/12/2025).

ADVERTISEMENT

Jembatan bailey yang menjadi jalur utama lintas Sumatera itu sebelumnya putus akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Jembatan yang baru saat ini bersifat sementara dengan tonase terbatas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen, Fadhli Amir mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait larangan melintas bagi kendaraan minibus dari arah Banda Aceh ke Medan. 

Menurutnya, tidak ada larangan bagi kendaraan roda empat untuk melintasi jembatan darurat tersebut.

“Tidak benar kalau disebut minibus dari arah Banda Aceh tidak boleh lewat,” ujarnya.

Fadhli menjelaskan imbauan yang diberikan oleh pihaknya adalah agar kendaraan roda empat, seperti mobil pribadi dan minibus dari arah Banda Aceh menuju Medan menggunakan jalur alternatif Teupin Reudep-Awe Geutah.

Langkah itu, tambah Fadhli, bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan kendaraan di jembatan darurat Krueng Tingkeum.

“Yang kita imbau adalah kendaraan roda empat dari arah Banda Aceh ke Medan agar melewati jalur Teupin Reudep-Awe Geutah. Ini untuk mengurangi kepadatan di jembatan darurat,” kata Fadhli.

Jembatan darurat Krueng Tingkeum dengan kapasitas beban maksimal hingga 30 ton dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pengerjaan dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero) dengan dukungan kontraktor lokal PT Krueng Meuh, mulai 9 hingga 27 Desember 2025. 

Proyek ini mendapat pendampingan penuh dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dengan dukungan personel TNI dan Polri di lapangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jembatan Krueng Tingkeum Mulai Besok

Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jembatan Krueng Tingkeum Mulai Besok

NUSANTARA
Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Lalin Banda Aceh-Medan Kembali Normal

Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Lalin Banda Aceh-Medan Kembali Normal

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon