ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sinkhole di Lima Puluh Kota Jadi Wisata Dadakan, Warga Diimbau Waspada

Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:42 WIB
DN
AD
Penulis: Delfi Neski | Editor: AD
Lokasi tanah amblas atau sinkhole di area persawahan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Lokasi tanah amblas atau sinkhole di area persawahan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. (Beritasatu.com/Delfi Neski)

Lima Puluh Kota, Beritasatu.com - Fenomena tanah amblas atau sinkhole yang muncul di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, kini menyedot perhatian publik. Lokasi tersebut ramai didatangi warga sejak kejadian itu viral di media sosial.

Tak hanya masyarakat sekitar, pengunjung dari berbagai daerah juga berdatangan karena penasaran ingin melihat langsung lubang besar yang muncul secara tiba-tiba di tengah area persawahan. Sejak ramai diperbincangkan, sinkhole tersebut bahkan menjelma menjadi objek wisata dadakan.

Hampir setiap hari, puluhan hingga ratusan orang tampak menyusuri pematang sawah di bawah terik matahari demi menyaksikan fenomena alam yang tergolong langka itu. Selain mengabadikan momen menggunakan kamera ponsel, sebagian pengunjung juga terlihat mengambil air yang keluar dari dalam lubang sinkhole.

ADVERTISEMENT

Air tersebut diyakini sebagian warga memiliki khasiat bagi kesehatan dan dibawa pulang untuk keperluan pengobatan. Namun, hingga kini klaim tersebut belum dapat dibuktikan secara medis maupun ilmiah.

Wali Jorong Tepi, Salmi, mengatakan sejak kejadian tersebut menjadi perhatian publik, arus kunjungan ke lokasi tidak pernah sepi. Meski demikian, pihaknya bersama perangkat nagari serta aparat terkait terus melakukan pengawasan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Lubang ini terus bertambah besar. Kami mengimbau masyarakat yang datang agar tidak mendekati lokasi demi keselamatan bersama,” ujar Salmi, Sabtu (10/1/2026).

Sementara itu, Upik, warga asal Kota Payakumbuh, mengaku sengaja datang untuk melihat langsung kondisi sinkhole sekaligus mengambil air yang keluar dari lubang tersebut.

“Saya datang untuk melihat kondisi di sini, sekaligus mengambil air untuk dibawa pulang,” katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sinkhole tersebut diduga terbentuk akibat kondisi geologi kawasan yang didominasi batuan kapur. Jenis batuan ini mudah larut oleh air, sehingga membentuk rongga di bawah permukaan tanah yang pada akhirnya menyebabkan sinkhole.

Selain itu, Ikatan Ahli Geologi Indonesia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati bibir lubang sinkhole. Tanah di sekitar lokasi masih tergolong labil dan berpotensi kembali amblas terutama saat curah hujan tinggi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemprov Jakarta Libatkan Masyarakat Percepat Deteksi Sinkhole

Pemprov Jakarta Libatkan Masyarakat Percepat Deteksi Sinkhole

JAKARTA
Sinkhole Lenteng Agung Ditutup, Bus Transjakarta Kembali Beroperasi

Sinkhole Lenteng Agung Ditutup, Bus Transjakarta Kembali Beroperasi

JAKARTA
Ini Penampakan Fenomena Sinkhole di Jalan Raya Lenteng Agung

Ini Penampakan Fenomena Sinkhole di Jalan Raya Lenteng Agung

JAKARTA
Bukan Sinkhole! Ini Penyebab Lubang Raksasa di Aceh Tengah Versi BRIN

Bukan Sinkhole! Ini Penyebab Lubang Raksasa di Aceh Tengah Versi BRIN

NUSANTARA
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Meluas, Petani Harap Ada Kompensasi

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Meluas, Petani Harap Ada Kompensasi

NUSANTARA
Kementerian ESDM Usulkan 2 Solusi Atasi Sinkhole Sumatera

Kementerian ESDM Usulkan 2 Solusi Atasi Sinkhole Sumatera

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon