Kementerian ESDM Usulkan 2 Solusi Atasi Sinkhole Sumatera
Minggu, 8 Februari 2026 | 12:33 WIB
Padang, Beritasatu.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan dua pendekatan penanganan fenomena sinkhole atau amblesan tanah yang membentuk lubang di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Ahli Geologi Teknik Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Taufiq Wira Buana menjelaskan terdapat dua opsi utama, yakni membiarkan lubang berkembang secara alami atau melakukan langkah pencegahan agar tidak semakin melebar.
“Pertama, dibiarkan terbuka atau melebar secara alami, dan kedua dilakukan upaya pencegahan agar tidak meluas,” ujar Taufiq dilansir dari Antara, Minggu (8/2/2026).
Ia menuturkan, pada opsi pertama terdapat sejumlah langkah teknis yang harus diperhatikan. Di antaranya tidak menutup lubang sinkhole, melakukan perhitungan stabilitas dinding lubang, serta menetapkan radius aman secara terukur.
Selain itu, air yang keluar perlu diarahkan melalui sistem drainase, tidak dibiarkan meresap kembali ke tanah di sekitar lokasi, serta dialirkan ke area yang lebih stabil seperti sungai di bagian hilir. Air tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku masyarakat setelah melalui kajian kelayakan.
Adapun pada opsi kedua, yaitu mencegah agar sinkhole tidak melebar, dibutuhkan keterlibatan ahli teknik sipil untuk memperkuat tebing melalui rekayasa teknis. Perencanaan juga harus memperhitungkan debit air yang boleh mengalir di sungai bawah tanah supaya kestabilan wilayah hulu maupun hilir tetap terjaga.
Dalam kajian cepat yang dirilis, Badan Geologi turut merinci langkah pengurangan risiko. Pertama, masyarakat perlu mengenali tanda awal terbentuknya sinkhole. Kedua, mengurangi peresapan air berlebihan ke dalam tanah, terutama di area yang diduga memiliki aliran sungai bawah tanah.
Selain itu, warga disarankan memilih tanaman yang tidak membutuhkan banyak air untuk ditanam di kawasan rawan. Saluran air rumah tangga juga perlu diperhatikan agar air buangan tidak merembes ke tanah yang berpotensi mengalami amblesan.
Taufiq juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada anggapan bahwa air dari sinkhole memiliki khasiat khusus. Berdasarkan hasil uji laboratorium, air tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan air pada umumnya.
Ia menambahkan, warna biru pada air terjadi akibat partikel kecil atau zat terlarut yang menghamburkan gelombang cahaya biru sehingga tertangkap oleh mata manusia.
“Air berwarna biru adalah fenomena alam dan bukan hal mistis,” tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




