Sinkhole Bisa Muncul Tanpa Peringatan, Pakar: Pentingnya Mitigasi Dini
Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:55 WIB
Lima Puluh Kota, Beritasatu.com - Fenomena sinkhole atau lubang amblas yang muncul di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menjadi pengingat serius akan pentingnya mitigasi bencana geologi. Lubang berdiameter lebih dari 5 meter itu terbentuk secara tiba-tiba pada Jumat (4/1/2026) dan berpotensi meluas serta semakin dalam.
Guru Besar Bidang Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Wahyu Wilopo menjelaskan, karakter sinkhole yang muncul tanpa peringatan menjadikannya ancaman langsung bagi keselamatan masyarakat. Selain merusak lahan pertanian, fenomena alam ini juga berisiko menimbulkan amblesan lanjutan di sekitar lokasi.
“Di daerah Sumatera Barat terdiri dari beberapa satuan batuan salah satunya gamping dan adanya siklon Senyar yang bisa memicu terjadinya sinkhole. Pencegahan total sulit dilakukan, tetapi mitigasi bisa dilakukan melalui pemantauan geologi, pengendalian tata guna lahan, serta sistem drainase yang baik,” ujar Wahyu dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Profesor Wahyu menuturkan, sinkhole umumnya terjadi di wilayah geologi tertentu seperti kawasan karst, tanah berongga, atau daerah dengan material vulkanik lapuk. Sejumlah faktor bisa semakin memperparah kondisi, contohnya eksploitasi air tanah berlebihan yang menurunkan muka air tanah dan melemahkan struktur bawah permukaan.
“Karena eksploitasi air tanah berlebihan, sehingga menurunkan muka air tanah lalu memperbesar rongga, dan melemahnya struktur tanah hingga (terjadi) sinkhole,” jelasnya.
Penanganan sinkhole tidak hanya sebatas menutup lubang, melainkan perlu diawali dengan survei geologi dan geofisika untuk mengetahui kedalaman dan kondisi rongga bawah tanah. Stabilisasi tanah dapat dilakukan melalui pengisian material padat atau teknik grouting, disertai perbaikan drainase dan penguatan struktur tanah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada akan tanda-tanda awal munculnya sinkhole. Contohnya retakan tanah, penurunan permukaan secara perlahan, perubahan aliran air, hingga munculnya lubang kecil.
“Pemerintah perlu melakukan survei geologi pemetaan rawan sinkhole, masyarakat juga perlu aktif melaporkan kecurigaan sesuai tanda-tanda seperti yang disebutkan tadi. Jadi, edukasi bersama penting untuk warga memahami risiko dan mitigasi,” pungkas Profesor Wahyu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




