ESDM Turunkan Tim Ahli Kaji Sinkhole di Lima Puluh Kota Sumbar
Minggu, 11 Januari 2026 | 11:15 WIB
Lima Puluh Kota, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tim ahli dari Badan Geologi untuk mengkaji fenomena sinkhole atau lubang amblasan yang muncul di kawasan pertanian Nagari Situjuah Batua.
Tim Badan Geologi ESDM telah tiba di lokasi sinkhole yang berada di wilayah Situjuh, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kehadiran tim bertujuan melakukan peninjauan langsung serta mengumpulkan data awal terkait kondisi tanah, aliran air bawah tanah, dan karakteristik geologi di sekitar lubang amblasan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Peninjauan lapangan dilakukan melalui metode kajian cepat selama dua hari. Langkah ini menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi penyebab terbentuknya sinkhole sekaligus menilai potensi risiko lanjutan yang dapat membahayakan lingkungan maupun keselamatan warga di sekitar lokasi.
Tim ahli Badan Geologi menjelaskan bahwa sinkhole umumnya terjadi di wilayah dengan struktur batuan kapur atau kawasan karst. Fenomena ini terbentuk akibat proses pelarutan batuan oleh air dalam jangka waktu panjang, sehingga menciptakan rongga bawah tanah yang pada akhirnya runtuh ke permukaan.
“Sinkhole merupakan fenomena geologi yang lazim terjadi secara alami dan berlangsung dalam waktu yang panjang. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam untuk memastikan faktor-faktor pemicunya,” ujar anggota tim ahli Badan Geologi ESDM Taufik Wirabuana, Minggu (11/1/2026).
Terkait maraknya warga yang mendatangi lokasi sinkhole dan mengambil air dari dalam lubang amblasan dengan klaim memiliki khasiat penyembuhan, tim Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti secara ilmiah. Selain berpotensi menyesatkan, aktivitas tersebut juga dinilai berisiko terhadap keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas berlebihan di sekitar lokasi sinkhole. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Fajar.
Hasil kajian awal Badan Geologi ESDM diharapkan dapat memberikan kepastian informasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah mitigasi yang tepat guna mencegah risiko lanjutan akibat fenomena sinkhole tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




