Konflik Gajah-Manusia Memanas, Wisata Way Kambas Ditutup Sementara
Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:12 WIB
Lampung Timur, Beritasatu.com – Objek wisata Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, ditutup sementara menyusul meningkatnya konflik antara gajah Sumatera dan manusia di desa-desa penyangga kawasan konservasi.
Penutupan dilakukan agar seluruh petugas TNWK dapat fokus menangani konflik gajah dengan warga, sekaligus meredam ketegangan masyarakat yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak Jumat (16/1/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Dampak penutupan tersebut membuat sejumlah wisatawan terpaksa mengurungkan niat berkunjung. Pantauan Beritasatu.com pada Sabtu (17/1/2026) menunjukkan beberapa pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi memilih memutar balik setelah mengetahui kawasan wisata ditutup.
Untuk mengobati kekecewaan, sebagian wisatawan memilih mencari alternatif destinasi wisata lain di wilayah Lampung Timur untuk mengisi waktu libur bersama keluarga maupun rekan kerja.
Salah satu pengunjung, Shodikin (39), mengaku kecewa karena tidak mendapat informasi lebih awal terkait penutupan tersebut.
“Ya terpaksa putar balik karena tutup sementara waktu. Kecewa dong, apalagi ada kawan juga dari luar daerah yang kepingin berwisata di Way Kambas,” kata Shodikin.
Berdasarkan surat edaran pengelola kawasan, penutupan sementara dilakukan sebagai respons atas tingginya perhatian publik terhadap konflik gajah, serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan konflik satwa liar di lapangan.
Dengan penutupan ini, seluruh petugas TNWK diharapkan dapat fokus melakukan langkah mitigasi, termasuk mengantisipasi masuknya kawanan gajah ke area perkebunan dan permukiman warga di desa penyangga.
Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pengelola kawasan konservasi dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata alam dan perlindungan satwa liar.
Selama masa penutupan, seluruh aktivitas wisata dihentikan. Namun, akses terbatas tetap dibuka untuk kegiatan penelitian, magang, dan pendidikan yang telah mengantongi izin resmi.
Hingga Sabtu siang, pihak Balai TNWK belum memberikan keterangan resmi terkait durasi penutupan kawasan wisata tersebut.
Diketahui, penutupan sementara objek wisata Way Kambas merupakan imbas dari konflik gajah-manusia yang menewaskan Kepala Desa Braja Asri, Barusan, akibat serangan gajah pada Rabu (31/12/2025).
Pascakejadian tersebut, ratusan warga dari desa penyangga kawasan konservasi menggelar aksi unjuk rasa di kantor Balai TNWK pada Selasa (13/1/2026). Massa menuntut pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan Balai TNWK bertanggung jawab atas insiden tersebut, serta meminta ganti rugi atas kerusakan ladang akibat kawanan gajah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




