ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Reka Adegan Tewasnya Pelajar di Bantul, Polisi Ungkap 1 Tersangka Baru

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:54 WIB
JP
MA
Penulis: Joko Pramono | Editor: MA
Polres Bantul menggelar reka adegan penganiayaan yang berujung tewasnya pelajar berinisial IDS (16) warga Pandak, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Polres Bantul menggelar reka adegan penganiayaan yang berujung tewasnya pelajar berinisial IDS (16) warga Pandak, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa 12 Mei 2026. (Beritasatu.com/Joko Pramono)

Bantul,Beritasatu.com - Polres Bantul menggelar reka adegan penganiayaan yang berujung tewasnya pelajar berinisial IDS (16) warga Pandak, Bantul, DI Yogyakarta. Rekonstruksi digelar di Mapolres Bantul pada Selasa (12/5/2026) dengan menghadirkan para tersangka.

Di hadapan penyidik, para tersangka memperagakan sedikitnya 40 adegan aksi kekerasan yang menewaskan IDS. Polisi menyebut lokasi reka adegan dipindahkan dari lokasi kejadian yakni sebuah lapangan di wilayah Pandak ke area Mapolres, demi keamanan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan rekonstruksi ini turut dihadiri langsung oleh jaksa penuntut umum (JPU), guna sinkronisasi data lapangan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

ADVERTISEMENT

"Rekonstruksi ini penting untuk memberikan gambaran terang benderang mengenai peran masing-masing tersangka. Semua adegan yang diperagakan hari ini akan menjadi landasan kuat dalam proses penuntutan di persidangan," ujar Rita, Selasa (12/5/2026).

Dalam kesempatan itu, polisi juga menghadirkan satu tersangka baru berinisial AIF alias Ndriyon (19). AIF sempat melarikan diri ke Jakarta setelah ikut ambil bagian dalam penganiayaan terhadap IDS.

"Tersangka AIF sempat bersembunyi di Jakarta dan bekerja sebagai penjual jamu untuk mengelabui petugas. Namun, berkat ketelatenan anggota Satreskrim, yang bersangkutan berhasil kami amankan saat kembali ke rumahnya di Bambanglipuro pada akhir April 2026 lalu," kata Rita.

Peristiwa bermula pada 14 April 2026. Korban awalnya dijemput dari sebuah warung di belakang SMAN 1 Bambanglipuro. Menggunakan motor skuter matik warna merah, para tersangka membawa korban ke sebuah lapangan di wilayah Pandak.

Situasi mencekam dimulai saat tersangka utama, JMA alias J, memastikan identitas korban. Tanpa ampun, korban dibawa ke tengah lapangan dan dikeroyok secara masif oleh kelompok tersangka.

Berdasarkan jalannya rekonstruksi, terungkap sejumlah aksi biadab yang diduga menjadi penyebab kematian korban. Korban diketahui dipukul secara bertubi-tubi oleh para tersangka yakni JMA, RAR, ASJ, AS dan SGJ pada bagian wajah, perut, kepala, dan dada hingga jatuh.

Selain itu, JMA menusuk paha dan tangan korban berkali-kali menggunakan gunting hingga alat tersebut patah. Sementara dua tersangka lain yakni YP dan AS menabrakkan motor ke tubuh korban serta sengaja mengangkat roda depan motor dan melindas leher korban sebanyak tiga kali.

Ditemui setelah reka adegah, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk kekerasan jalanan, terutama yang menyasar anak di bawah umur.

"Kami berkomitmen penuh untuk tidak mentolerir kekerasan terhadap anak. Semua pihak yang terlibat, akan kami usut tuntas. Tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan sadis di Bantul," ujar Bayu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Otak Pengeroyokan Pelajar Bantul Bisa Kena Pasal Pembunuhan Berencana

Otak Pengeroyokan Pelajar Bantul Bisa Kena Pasal Pembunuhan Berencana

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon