ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cegah Penyebaran Paham Radikal, Pangdam Kasuari Buka Komunikasi dengan Tokoh Papua Barat

Sabtu, 1 Mei 2021 | 21:26 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Ilustrasi terduga teroris.
Ilustrasi terduga teroris. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan pihaknya berkomitmen membuka komunikasi bersama tokoh-tokoh masyarakat di Papua Barat. Tujuannya demi mencegah penyebaran paham-paham ekstrem dan radikal di daerah tersebut.

Nyoman menyatakan seluruh kelompok masyarakat harus mewaspadai adanya ancaman paham radikal dan separatis yang kerap menyasar generasi muda. Terkait itu, ia berpendapat tokoh-tokoh masyarakat memiliki peran penting mencegah paham-paham tersebut disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Dalam menghadapi ancaman-ancaman radikal ini, mari kita terus dan harus waspada terhadap infiltrasi dan kaderisasi radikalisme, yang masih banyak masuk ke anak-anak, kalangan generasi muda, kampus atau mahasiswa, juga ke keluarga kita," katanya, Sabtu (1/5/2021).

Dalam kesempatan itu, ia meminta para tokoh masyarakat di Papua Barat untuk mengajak anggota dari kelompok separatis kembali ke NKRI.

ADVERTISEMENT

"Mereka (kelompok separatis) adalah warga negara Indonesia dan mereka sesungguhnya saudara. Sekarang, bagaimana kita harus segera mengajak mereka dan melakukan langkah-langkah persuasif kepada mereka. Ini, khususnya ditujukan kepada putra-putra daerah, karena kalau (ajakan) itu tidak dilakukan, maka permasalahan tidak akan selesai," ujar Nyoman.

Dia juga meminta kepada tokoh masyarakat di Papua Barat untuk senantiasa mengingatkan orang-orang di sekitarnya agar tidak terpengaruh ajaran radikalisme dan separatisme.

"Mari kita jaga keluarga, anak-anak, kampus, institusi, dan yang lainnya, kemudian mari kita saling mengingatkan saudara-saudara kita agar jangan terpengaruh dengan radikalisme, terorisme, dan separatisme. Membangun Papua Barat ini harus dengan hati," imbuhnya.

Menurutnya, pembangunan di Papua Barat akan cepat terwujud jika ada perdamaian, kerukunan, dan persatuan seluruh kelompok masyarakat.

"Mari kita terus tanamkan rasa nasionalisme, nilai-nilai Pancasila. Kita punya Bhinneka Tunggal Ika. Kita adalah anak-anak Indonesia. Mari kita perkaya wawasan keagamaan kita dengan cara mencari sumber-sumber atau tokoh-tokoh yang memiliki pandangan yang moderat dan damai," demikian Nyoman.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kunjungan Kerja Wapres Gibran ke Tanah Papua

Kunjungan Kerja Wapres Gibran ke Tanah Papua

MULTIMEDIA
Glesia Sandra, Petinju Putri Papua Barat yang Bersinar di Sangihe

Glesia Sandra, Petinju Putri Papua Barat yang Bersinar di Sangihe

SPORT
Diduga Korupsi APBD Rp 54 Miliar, 3 Pejabat Setda Sorong Ditahan

Diduga Korupsi APBD Rp 54 Miliar, 3 Pejabat Setda Sorong Ditahan

NUSANTARA
Hujan Deras, Salat Idulfitri di Nabire Tak Jadi Digelar Terbuka

Hujan Deras, Salat Idulfitri di Nabire Tak Jadi Digelar Terbuka

NUSANTARA
159 Tersangka Tambang Ilegal Diciduk di Papua Barat, 2 Kg Emas Disita

159 Tersangka Tambang Ilegal Diciduk di Papua Barat, 2 Kg Emas Disita

NUSANTARA
Rusak Alam, Tambang Emas Ilegal di Pegunungan Arfak Papua Ditutup

Rusak Alam, Tambang Emas Ilegal di Pegunungan Arfak Papua Ditutup

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon