Akademisi UIN: Islamofobia Upaya Framing untuk Memojokkan Pemerintah
Kamis, 10 Februari 2022 | 22:41 WIB
"Kalau itu dibiarkan tentunya tidak baik, masyarakat akan menjadi terpecah belah. Pemerintah harus berupaya untuk menjelaskan dan menjernihkan permasalahan tersebut agar masyarakat yang awam menjadi paham," jelasnya
Menurutnya, jalan keluar yang efektif dan konkret untuk keluar dari permasalahan narasi radikal yang memecah belah adalah dengan mengelola keragaman dan menyadarkan tokoh dan masyarakat terkait esensi kehidupan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika ini.
"Jalan keluarnya adalah bagaimana me-manage keragaman, khususnya dalam konteks beragama yang ada di negara kita. Ini sangat krusial," tegasnya.
Baca Juga: Update Covid-19: Kasus Positif 40.618, Empat Hari Kesembuhan Terus Bertambah
Ia menambahkan, masyarakat harus paham tentang kewarganegaraan, memahami konsep multikulturalisme yang mengajarkan bahwa semua umat beragama mempunyai hak sama untuk beribadah dan menjalankan agamanya.
"Kesadaran tentang kewarganegaraan, kalau tertanam di dalam pikiran masyarakat tentu urusan radikalisme tidak ada lagi," ujar Noorhaidi.
Noorhaidi mengapresiasi peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dalam upaya menggugah kesadaran masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme melalui program-program pencegahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




