Akademisi UIN: Islamofobia Upaya Framing untuk Memojokkan Pemerintah
Kamis, 10 Februari 2022 | 22:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, mengatakan, narasi islamofobia merupakan upaya framing (membingkai cerita) untuk memojokkan pemerintah.
Ia menilai, narasi islamofobia yang berkembang di tengah masyarakat belakangan ini tak lebih dari sebuah pertarungan kepentingan politik.
"Itu (islamofobia) menurut saya sudah pasti akan terjadi di negara Muslim mana pun dan tidak terelakkan. Sejauh ini isu islamofobia sebenarnya hanya dijadikan framing oleh kelompok yang tidak suka dengan pemerintah," ujarnya di Yogyakarta, Kamis (10/2/2022).
Pakar di bidang politik Islam ini mengatakan, dari hasil penelitian dan kajian yang pernah ia lakukan, isu islamofobia juga terjadi di Aljazair. Di sana terjadi saling tuding antarkelompok dan kepentingan terkait siapa yang islamofobia dan isu ini telah menjadi fenomena yang cukup lama.
Baca Juga: Polisi: Tak Ada Warga Wadas yang Jadi Tersangka
"Jadi memang, islamofobia itu bisa jadi framing yang dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menurunkan kepercayaan kepada pemerintah," jelasnya.
Pria yang meraih gelar doctor dari Utrecht University ini menilai, perlu adanya pendalaman lebih lanjut dari pemerintah dan lembaga terkait untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok yang gencar melayangkan tudingan islamofobia di tubuh pemerintah.
Ia mengatakan, narasi dan tudingan islamofobia terhadap pemerintah jika dibiarkan dapat menimbulkan perpecahan dan kebingungan di tengah masyarakat sehingga perlu upaya untuk menjelaskan dan menjernihkan kericuhan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




