ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lampaui Nasional, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,66%

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:59 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ikut menanam pohon. 
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ikut menanam pohon.  (Dok. Pemprov Jateng)

Semarang, Beritasatu.com - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah (Jateng) pada triwulan II 2022 capai 5,66% (year on year/yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,12% (yoy) dan lebih baik dibandingkan perekonomian nasional (5,44% yoy).

"Berdasarkan sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berasal dari konsumsi rumah tangga (RT) dan ekspor luar negeri. Sementara dari sisi lapangan usaha (LU), sumber pertumbuhan terbesar PDRB (produk domestik regional bruto) Jawa Tengah berasal dari transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta pertanian," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, Rahmat Dwi Saputra dalam keterangan tertulisnya Selasa (9/89/2022).

Baca Juga: Sektor Pertanian Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga (RT) dan ekspor luar negeri merupakan sumber pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2022, sementara konsumsi pemerintah dan investasi masih terkontraksi. Konsumsi rumah tangga tumbuh 6,14% (yoy) dan memberikan andil 3,62%. Perbaikan konsumsi rumah tangga seiring peningkatan konsumsi pada periode bulan puasa dan Idulfitri, liburan sekolah, dan peningkatan mobilitas masyarakat pasca-pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

ADVERTISEMENT

"Selain itu, sejumlah kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) seperti relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), loan to value (LTV) properti dan kendaraan bermotor, serta insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), juga turut menjaga perbaikan konsumsi," kata dia.

Ekspor luar negeri tumbuh 35,01% (yoy), didorong peningkatan ekspor migas sebesar 136,05% (yoy). Sementara ekspor non-migas Jawa Tengah tumbuh 22,94% (yoy) termoderasi dibandingkan triwulan sebelumnya (30,37%,yoy). Moderasi ekspor nonmigas disebabkan penurunan ekspor produk kayu dan furnitur akibat kendala sertifikat ecolabel Forest Stewardship Council (FSC) dan penurunan permintaan negara mitra dagang terutama Amerika Serikat. Sementara itu, impor luar negeri Jawa Tengah melambat dari tumbuh 14,69% (yoy) menjadi 9,00% (yoy), terutama pada impor bahan baku dan barang konsumsi.

Selanjutnya, konsumsi pemerintah masih mengalami kontraksi 3,55% (yoy), lebih dalam dari triwulan sebelumnya sebesar -1,16% (yoy). Hal tersebut disebabkan oleh penurunan belanja barang dan jasa sebagai dampak penyesuaian kontrak pengadaan barang dan jasa akibat kenaikan PPN 11%, serta keterbatasan ketersediaan barang pada e-catalog.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon