ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Akibat Terkena Asfiksia

Jumat, 14 Oktober 2022 | 09:00 WIB
DF
BW
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: BW
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Erwinn Zainul Hakim bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo saat konferensi pers dan memberikan keterangan jumlah korban tragedi Kanjuruhan dan penyebab korban meninggal dunia di Posco Crisis Center Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Kamis 13 Oktober 2022.
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Erwinn Zainul Hakim bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo saat konferensi pers dan memberikan keterangan jumlah korban tragedi Kanjuruhan dan penyebab korban meninggal dunia di Posco Crisis Center Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Kamis 13 Oktober 2022. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Malang, Beritasatu.com - Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Erwinn Zainul Hakim mengungkapkan, tim dokter telah melakukan pemeriksaan pada korban yang meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Mayoritas, korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan akibat terkena asfiksia, yakni kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh berkurang.

Dokter Erwinn Zainul Hakim menjelaskan, kondisi asfiksia tersebut hasil dari pemeriksaan tim medis yang telah melakukan pemeriksaan pada para korban.

"Sebagian besar memang muncul tanda-tanda asfiksia. Namun sebagian besar tidak ada trauma, mungkin detailnya bisa ditanyakan ke rumah sakit masing-masing untuk kepastian. Tetapi yang nonfaskes, data informasinya kami tidak ada. Hanya catatan dari pihak rumah sakit saat dibawa pihak keluarga," kata Erwinn Zainul Hakim saat memberikan pernyataan kepada jurnalis di Malang, Kamis (13/10/2022).

Menurutnya, dalam proses identifikasi, jumlah data korban awalnya sempat naik turun. Hal ini karena tidak menggunakan metode DVI seperti biasa.

ADVERTISEMENT

Dijelaskan, kematian dan pengelompokan pada fasilitas pemerintah, yaitu RSSA Malang, RSUD Kanjuruhan. Kemudian fasilitas rumah sakit swasta. Di rumah sakit swasta dilakukan beberapa proses cek data sebab sering terjadi perbedaan, karena yang dilaksanakan bukan proses identifikasi. Hal itu menyebabkan terjadi data ganda.

"Dan data yang disampaikan ini, berdasarkan yang sudah kami kroscek bersama pemerintah daerah, sehingga bisa dipastikan datanya valid," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

SPORT
3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

SPORT
Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon