Bengkel yang Konversi ke Motor Listrik Dapat Pelatihan
Minggu, 18 Desember 2022 | 14:36 WIB
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah telah menunjuk 10 bengkel motor yang memiliki sertifikasi konversi kendaraan listrik. Selain memberdayakan UMKM dan bengkel untuk konversi kendaraan listrik, Arifin berharap Indonesia mampu memproduksi kendaraan listrik sendiri dengan menggunakan sumber daya tanah air.
Arifin optimistis produksi baterai kendaraan listrik dapat segera direalisasikan mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel melimpah. "Bukan untuk motor saja, tetapi untuk kapal dan transportasi lain, ini akan menghidupkan industri manufaktur dalam negeri," jelas Arifin.
Baca Juga: IBC Kuasai 53,93% Saham Wika di Segmen Motor Listrik
Data terakhir Kementerian Perindustrian mencatat terdapat empat perusahaan bus listrik, tiga perusahaan mobil listrik, serta 35 perusahaan roda dua dan roda tiga listrik dengan total investasi Rp 1,872 triliun.
Pemerintah menargetkan pada 2021-2025, jumlah kendaraan listrik di Indonesia akan mencapai 300.000 unit mobil dan 1,3 juta unit motor. Sedangkan pada tahap 2026-2030, jumlah kendaraan listrik ditargetkan akan mencapai 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor.
Pemerintah saat ini tengah menggencarkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Kendaraan listrik yang ramah lingkungan mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 50%.
Hal tersebut mendukung komitmen Indonesia menuju net zero emission di tahun 2060. Pasalnya, apabila percepatan kendaraan listrik tidak segera dilakukan, Indonesia akan menghasilkan 1,5 giga ton CO2 pada tahun 2060.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




