ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengenal Revenge Porn, Dampak dan Bagaimana Cara Menghindarinya

Senin, 17 Juli 2023 | 21:04 WIB
JP
WP
Penulis: Jason Setiawan Putralim | Editor: WDP
Ilustrasi pornografi di internet
Ilustrasi pornografi di internet (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Belakangan ini, istilah revenge porn semakin populer. Istilah tersebut menjadi perbincangan sejak adanya kasus MPA (24) yang telah menyebarkan video asusila mantan kekasihnya.

Revenge porn adalah tindakan menyebarkan atau mempublikasikan materi seksual eksplisit seseorang tanpa izin dengan niat untuk merendahkan, mempermalukan, atau membalas dendam terhadap orang tersebut. Tindakan ini melibatkan pelanggaran privasi dan seringkali melanggar hukum.

Dalam konteks kekerasan berbasis gender online, revenge porn termasuk dalam kategori kasus yang melibatkan ancaman penyebaran video porno.

ADVERTISEMENT

Secara sederhana, revenge porn melibatkan korban yang menjadi sasaran pelecehan seksual melalui penyebaran konten, dan pelaku yang merekam, menyebarkan, atau mengancam untuk menyebarkan video tersebut.

Dampak dari revenge porn
Revenge porn memiliki dampak yang sangat serius bagi korban, baik dari segi fisik maupun mental. Berikut adalah beberapa dampak yang sering dialami korban revenge porn:

1. Gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan Tidur
Korban revenge porn seringkali mengalami tingkat kecemasan yang tinggi, depresi, serta gangguan tidur akibat stres dan trauma yang mereka alami.

2. Reaksi emosional yang intens
Korban revenge porn dapat mengalami reaksi emosional yang kuat, termasuk keterkejutan yang berlebihan, kebingungan, mimpi buruk, dan rasa takut yang berlanjut, bahkan jika konten yang mereka hadapi tidak benar-benar disebarluaskan.

3. Rasa bersalah dan post-traumatic stress disorder (PTSD)
Korban revenge porn sering merasa bersalah meskipun mereka bukanlah pelaku dalam situasi tersebut. Mereka juga dapat mengalami gejala post-traumatic stress disorder (PTSD), seperti kilas balik, kecemasan yang berlebihan, dan perubahan suasana hati yang drastis.

Meskipun revenge porn juga dapat dialami oleh laki-laki, penelitian dari Cyber Civil Rights menunjukkan bahwa respons yang diterima oleh perempuan cenderung lebih menyalahkan. Hal ini disebabkan oleh konsekuensi sosial dan budaya yang masih membandingkan perilaku perempuan dan laki-laki, sehingga komentar yang menyalahkan lebih sering ditujukan kepada perempuan sebagai korban.

Dampak revenge porn juga meluas ke aspek sosial dan ekonomi. Korban sering kali mengalami isolasi sosial dan penarikan diri sebagai akibat dari penghinaan dan penyalahgunaan privasi yang mereka alami. Selain itu, korban revenge porn mungkin kehilangan pekerjaan atau kesempatan kerja karena dokumentasi pribadi mereka yang tersebar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam mengatasi dampak revenge porn, penting untuk memberikan dukungan, pemahaman, dan bantuan kepada korban. Selain itu, perlunya meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menghormati privasi orang lain dan konsekuensi hukum yang ada terkait revenge porn.

Cara menghindari revenge porn:
1. Mengedukasi anak untuk memahami risiko
Ketika memiliki anak, terutama yang sudah remaja, menjadi penting untuk mengadakan percakapan yang terbuka mengenai risiko dan dampak dari membagikan foto pribadi.

Meskipun topik ini mungkin terasa tidak nyaman, sangat penting bagi anak untuk memahami betapa seriusnya bahaya yang terkait. Mereka perlu menyadari bahwa foto-foto yang mereka bagikan dapat disalahgunakan tanpa izin mereka dan bahwa tidak semua orang di dunia maya dapat dipercaya, bahkan termasuk teman dekat mereka sendiri.

2, Menjaga identitas
Saat berurusan dengan foto intim, ada beberapa langkah keamanan yang dapat diambil untuk melindungi privasi dengan lebih baik. Salah satunya adalah menghindari menyertakan wajah dalam selfie telanjang.

Dengan tidak menampilkan wajah, kemungkinan dikenali dalam konten seksual yang mungkin bocor akan menjadi lebih kecil. Jika sudah mengambil foto dengan wajah terlihat, ada opsi untuk memotong bagian tersebut atau memburamkannya menggunakan alat pengeditan foto.

Langkah yang sama berlaku pula untuk fitur fisik atau tato yang mudah dikenali. bahkan dapat memeriksa latar belakang foto untuk memastikan bahwa detail tentang tempat tinggal tidak terlihat.

3. Mengoptimalkan pengaturan privasi media sosial
Walaupun mungkin kamu berpikir bahwa akun media sosial bersifat pribadi, sebenarnya cukup mudah bagi orang lain untuk mendapatkan foto-foto dari akun pribadi Anda, bahkan yang sudah kamu hapus. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengoptimalkan pengaturan privasi di platform seperti Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon