Toyota Kembangkan Mirai Berbahan Bakar Hidrogen di Pabrik Indonesia
Rabu, 8 November 2023 | 17:56 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Mobil Toyota Mirai berbahan bakar hidrogen (fuel cell electric vehicle/FCEV), yang tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan sebelumnya hanya tersedia di luar negeri, kini dapat dilihat secara langsung di xEV Center milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), di Karawang.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam, mengumumkan kehadiran Toyota Mirai dalam sebuah seminar nasional dengan tema "Percepatan Pengembangan Ekosistem Hidrogen di Sektor Industri dan Transportasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 di Indonesia" yang diselenggarakan secara daring di Yogyakarta, Rabu (8/11/2023).
Bob Azam menyatakan bahwa xEV Center TMMIN akan ditingkatkan menjadi Toyota Capability Center dengan penambahan area eco renewable energy dan riset. “Fokus utama tahap pertama adalah teknologi elektrifikasi di area mobility,” kata dia.
Bob Azam juga menekankan pentingnya pengembangan mobil berbahan bakar hijau dengan menggabungkan berbagai pilihan dan teknologi seperti low cost green car (LCGC), flexy engine, hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), battery electric vehicle (BEV), dan hidrogen, sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam acara yang sama, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menyoroti potensi hidrogen terutama di sektor transportasi, yang dapat berkontribusi pada pencapaian target netralitas karbon pemerintah pada 2060. Dia menekankan perlunya memanfaatkan berbagai sumber energi dengan fokus pada reduksi emisi untuk mencapai net zero emission (NZE), terutama di sektor transportasi yang menjadi fokus utama dalam dekarbonisasi.
Indonesia memiliki potensi produksi listrik dari energi baru terbarukan (EBT) hidrogen, terutama dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang tersebar di beberapa daerah, seperti Kalimantan Utara, Aceh, Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Papua. Meskipun, potensinya mencapai 3.000 gigawatt (GW), baru sekitar 12,5 GW yang dimanfaatkan hingga saat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




