ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BMKG: Gerhana Matahari Cincin Tak Timbulkan Dampak di Indonesia

Rabu, 2 Oktober 2024 | 09:58 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Penampakan gerhana matahari sebagian saat pengamatan menggunakan teleskop di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Solo, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Kamis, 20 April 2023.
Penampakan gerhana matahari sebagian saat pengamatan menggunakan teleskop di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Solo, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Kamis, 20 April 2023. (Antara)

Ambon, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) menyatakan fenomena gerhana matahari cincin yang diprakirakan terjadi pada Rabu (2/10/2024) tak menimbulkan dampak di wilayah Indonesia.

"Tidak dapat diamati di Indonesia serta tidak ada dampak langsung maupun tidak langsung yang menyertainya," kata Ketua Bidang Tanda Waktu BMKG Himawan saat dihubungi dilansir Antara.

Himawan menjelaskan fenomena gerhana matahari cincin tersebut hanya bisa diamati di wilayah yang dilintasi dengan proses global yang berlangsung pada 2 Oktober 2024.

ADVERTISEMENT

Proses global fase gerhana matahari cincin, antara lain untuk gerhana sebagian mulai di lokasi awal pada pukul 15.42.59 UT (waktu universal terkoordinasi), gerhana total mulai di lokasi awal (16.50.38 UT). Sementara puncak gerhana diprakirakan (18.45.04 UT), gerhana total berakhir di lokasi akhir (20.39.15 UT), dan gerhana sebagian berakhir di lokasi akhir (21.47.00 UT).

Berdasarkan hasil analisis tim geofisika BMKG mendapati wilayah yang dapat mengamati gerhana matahari cincin tersebut, antara lain di Samudera Pasifik, Amerika Selatan bagian selatan dengan alur pergerakannya melewati Chile bagian selatan dan Argentina bagian selatan.

Dia menjabarkan fenomena gerhana matahari cincin adalah fenomena langka dan periode untuk lokasi yang sama lebih 10 tahun. “Jadi ini bukan fenomena biasa,” kata dia.

Dampak fenomena gerhana matahari cincin tidak signifikan. Secara umum, seperti penurunan suhu permukaan, intensitas cahaya, dan perubahan pola angin lokal karena sebagian cahaya matahari terhalang oleh bulan. Perubahan tersebut tidak sedrastis saat gerhana matahari total.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

NUSANTARA
Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

Sigi Diguncang 4 Gempa Susulan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Palolo

NUSANTARA
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumba Barat NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumba Barat NTT, Tak Berpotensi Tsunami

NUSANTARA
Gempa M 6,7 Sulteng, Sesar Sausu atau Palolo: Mengapa Sumbernya Berbeda?

Gempa M 6,7 Sulteng, Sesar Sausu atau Palolo: Mengapa Sumbernya Berbeda?

OTOTEKNO
Gelombang Laut 2,5 Meter Akan Hantam Wilayah Ini pada 17 Juni 2026

Gelombang Laut 2,5 Meter Akan Hantam Wilayah Ini pada 17 Juni 2026

NUSANTARA
Cuaca Jakarta Akan Cerah Hari Ini 17 Juni 2026

Cuaca Jakarta Akan Cerah Hari Ini 17 Juni 2026

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon