Periklindo Dorong RI Jadi Hub Mobil Listrik Setir Kanan Global
Rabu, 8 April 2026 | 22:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat (hub) kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), khususnya bagi negara dengan sistem setir kanan.
Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, mengatakan peluang tersebut muncul di tengah dinamika geopolitik global serta pergeseran industri otomotif menuju kendaraan listrik.
“Indonesia harus berposisi sebagai hub, khususnya EV setir kanan,” kata Moeldoko dalam dialog ekonomi di Jakarta, Selasa (8/4/2026).
Ia menjelaskan sejumlah negara pengguna setir kanan, seperti Inggris, Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Selandia Baru, dan India merupakan pasar potensial bagi industri kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan industri EV, baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial.
Namun demikian, Moeldoko menekankan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya mineral, melainkan perlu didukung penguatan riset dan teknologi.
“Kita harus menuju fokus riset tentang baterai, dan teknologi baru lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, teknologi baterai menjadi faktor kunci dalam pengembangan kendaraan listrik, terutama dalam meningkatkan efisiensi pengisian daya serta daya tahan kendaraan.
Selain itu, kolaborasi dengan produsen global dinilai penting untuk mempercepat transfer teknologi sekaligus memperkuat industri dalam negeri.
“Kita bisa berkolaborasi sekaligus melakukan transformasi teknologi,” tuturnya.
Moeldoko juga mengingatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mampu menghasilkan produk kendaraan listrik dengan nilai tambah tinggi.
Ia menambahkan, pengembangan EV juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi dan investasi.
Dari sisi efisiensi, penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu menekan biaya operasional secara signifikan, dari sekitar Rp 6 juta per bulan untuk bahan bakar minyak menjadi sekitar Rp 800.000.
Ke depan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir, termasuk kesiapan infrastruktur serta edukasi masyarakat sebagai pengguna.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




