ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Media Sosial Berikan Tantangan terhadap Budaya Bangsa

Rabu, 5 Oktober 2022 | 17:21 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Ilustrasi media sosial.
Ilustrasi media sosial. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ruang digital terutama media sosial saat ini menjadi panggung merebaknya budaya asing. Hal ini mengingat penyebaran konten di ruang digital tidak mengenal yang namanya batas suatu negara.

Ketua Sub-Komisi Media Baru Lembaga Sensor Film, Andi Muslim mengatakan media sosial memberikan tantangan terhadap budaya bangsa kita.

"Tantangan kita saat ini dalam penggunaan media sosial adalah menepisnya kesopanan dan kesantunan di dunia maya, mengaburnya wawasan kebangsaan, menghilangnya budaya asli nusantara, kebebasan ekspresi yang kebablasan dan berkurangnya rasa toleransi," jelas Andi Muslim dalam webinar tentang "Budaya Indonesia di Ruang Digital" yang digelar Kemenkominfo bersama Gerakan Siberkreasi, Selasa (4/10/2022).

Sebagai warganegara yang baik Andi mengajak pengguna media sosial untuk lebih menghargai dan mencintai budaya bangsa.

ADVERTISEMENT

"Kita bisa memberikan apresiasi terhadap budaya bangsa kita dengan cara mengutamakan dan bangga menggunakan produk dalam negeri, memberikan feedback positif, turut mempromosikan dan tidak mengkonsumsi berlebihan terhadap budaya asing". tutur Andi.

Lebih lanjut Vivid Devianti dari Komite Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengajak pengguna media sosial untuk memperhatikan etika di media sosial. "Setiap respons yang kita tunjukkan di media sosial menggambarkan karakter kita, apa yang kita tunjukkan akan membangun reputasi sesuai dengan yang kita tunjukkan. Jadi baik dan buruknya reputasi kita tergantung dengan yang kita tampilkan di media sosial," ujar Vivid.

Selanjutnya Vivid juga mengajak netizen mengedepankan budaya bangsa yang sopan dan santun meskipun di ruang digital. "Saat ini masyarakat kita memiliki tingkat literasi yang rendah, tetapi memiliki tingkat emosi yang tinggi. Sopan santun tetap harus kita utamakan dalam bermain media sosial, tetap jaga budaya bangsa demi menciptakan ruang digital yang ramah dan aman," terangnya.

Lebih lanjut Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Budi luhur Rocky Prasetyo Jati mengimbau pengguna media sosial memadukan teknologi dan budaya bangsa. "Teknologi memudahkan kita untuk berinteraksi dengan siapapun dan dimanapun. Untuk itu gunakan budaya kita sendiri sebagai identitas dan teknologi menjadi kesempatan besar bagi kita untuk mengenalkan budaya Indonesia di Ruang digital," ujar Rocky.

Rocky juga mengatakan media sosial menjadi ruang untuk menunjukkan kepada dunia tentang budaya bangsa Indonesia yang beragam. "Keberagaman menjadi identitas dan aset bagi bangsa kita, tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah bangsa yang cerdas berbudi luhur dan bangga akan identitas yang kita miliki", tutup Rocky dalam materinya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenhaj Minta Jemaah Kurangi Main Medsos Saat di Tanah Suci

Kemenhaj Minta Jemaah Kurangi Main Medsos Saat di Tanah Suci

NASIONAL
MPR Nonaktifkan Juri dan MC LCC 4 Pilar 2026 di Kalbar

MPR Nonaktifkan Juri dan MC LCC 4 Pilar 2026 di Kalbar

NASIONAL
Ramai di Medsos, Polisi Usut Dugaan WNA Pedofil di Jakarta dan Bekasi

Ramai di Medsos, Polisi Usut Dugaan WNA Pedofil di Jakarta dan Bekasi

JAKARTA
Israel Tuduh Intelijen Iran Rekrut Mata-mata via Facebook dan WhatsApp

Israel Tuduh Intelijen Iran Rekrut Mata-mata via Facebook dan WhatsApp

INTERNASIONAL
91 Persen Orang Tua Dukung PP Tunas, Verifikasi Usia Jadi Sorotan

91 Persen Orang Tua Dukung PP Tunas, Verifikasi Usia Jadi Sorotan

NASIONAL
Orang Tua Korban Daycare di Yogyakarta Minta Wajah Bayi Tak Disebar

Orang Tua Korban Daycare di Yogyakarta Minta Wajah Bayi Tak Disebar

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon