Kemenhaj Minta Jemaah Kurangi Main Medsos Saat di Tanah Suci
Kamis, 14 Mei 2026 | 17:10 WIB
Lebak, Beritasatu.com – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lebak, Banten, meminta seluruh jemaah calon haji asal Lebak agar tidak menggunakan media sosial secara berlebihan selama menjalankan ibadah di tanah suci.
Imbauan tersebut dilakukan demi menjaga kekhusyukan ibadah sekaligus menghormati kenyamanan jemaah lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritasatu.com, maraknya unggahan aktivitas ibadah di media sosial kini menjadi perhatian serius. Pemerintah khawatir penggunaan gawai secara berlebihan justru menggeser esensi spiritual ibadah haji yang seharusnya dijalankan dengan penuh ketenangan dan kekhidmatan.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, mengatakan pihaknya telah mengingatkan para jemaah sejak kegiatan manasik agar lebih bijak menggunakan media sosial selama berada di Arab Saudi.
“Baik manasik yang diselenggarakan KBIHU maupun pemerintah, kami selalu menekankan kepada jemaah agar berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial. Hal-hal yang sekiranya dapat merugikan jemaah sendiri sudah kami informasikan sejak awal,” kata Halimatussadiah saat ditemui di Lebak, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai, kebiasaan mengabadikan dan membagikan setiap aktivitas ibadah ke media sosial berpotensi mengurangi kekhusyukan jemaah. Padahal, ibadah haji merupakan momentum spiritual yang membutuhkan fokus dan ketenangan batin.
“Kami mengimbau kepada para jemaah untuk bijak dalam bermedia sosial supaya pelaksanaan ibadahnya lebih khusyuk dan menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini tidak ada aturan khusus yang melarang penggunaan telepon genggam di Makkah. Namun demikian, pemerintah tetap meminta para jemaah menggunakan media sosial secara proporsional dan tidak berlebihan.
“Kalau sebelumnya sebetulnya tidak ada larangan. Hanya saja pemerintah mengimbau untuk selalu bijak dalam penggunaan media sosial,” tegas Halimatussadiah.
Halimatussadiah juga mengungkapkan pemerintah Arab Saudi kini semakin memperhatikan aktivitas digital para jemaah, termasuk dari Indonesia. Banyaknya unggahan aktivitas ibadah dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan privasi jemaah lain di kawasan suci.
“Pemerintah Arab Saudi mungkin merasa kurang nyaman dengan banyaknya jemaah yang ketika ibadah lebih banyak mengunggah ke media sosial. Karena itu kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk bijak menggunakan media sosial,” pungkas Halimatussadiah.
Sementara itu, untuk Kloter 18, sebanyak 391 jemaah haji asal Kabupaten Lebak dijadwalkan berangkat pada malam ini. Dari jumlah tersebut, 57 orang berusia di bawah 40 tahun, sedangkan 258 lainnya berusia di atas 40 tahun dengan mayoritas usia lanjut, tetapi kategori lansia dalam haji itu mulai usia 82 tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




