Mundur atau Tetap Menpora, Zainudin Amali: Jawabannya Ada pada Presiden
Jumat, 17 Februari 2023 | 21:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Zainudin Amali mengatakan tindakan mundur dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) atau tidak setelah terpilih sebagai wakil ketua umum (waketum) PSSI, bergantung pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Kamis (16/2/2023) kemarin, Zainudin Amali terpilih sebagai waketum PSSI bersama Ratu Trisha dan ketua umum diraih Menteri BUMN, Erick Thohir periode 2023-2027.
"Saya memang pernah menyatakan konsekuensi dari pilihan itu (mundur dari jabatan Menpora bila terpilih sebagai waketum PSSI) pasti ada dan saya sudah siap. Tetapi kalau nanti presiden bilang tidak boleh (mundur) bagaimana," katanya kepada Beritasatu.com disela-sela pertandingan perdana Timnas U-20 Indonesia melawan Fiji dalam turnamen mini di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2023).
Ketika disinggung, apakah dirinya bakal terkena reshuffle makanya beralih masuk ke pengurusan PSSI, Amali mempersilahkan tanya kepada Presiden Jokowi.
"Kalian ini....Sebagai menteri saya ini pembantu presiden, sehingga semua keputusan bukan ada di tangan saya, tetapi ada di Presiden Joko Widodo," tegas Amali.
Sebelumnya, Zainudin Amali siap melepaskan jabatan sebagai Menpora jika terpilih menjadi waketum PSSI. Hal ini dilakukan sebagai konsekuensi atas pilihannya untuk fokus mengurus PSSI dan sepak bola Indonesia bersama ketum PSSI terpilih nanti.
"Kalau tanya konsekuensi, saya kira konsekuensi yang harus saya akan terima nanti dengan perasaan cabor-cabor, dengan apa yang disampaikan teman-teman lain, ya harus berhenti dari Menpora. Itu konsekuensinya," ujar Zainudin dalam acara program Obrolan Malam Fristian yang disiarkan BTV, Kamis (19/1/2023).
Zainudin mengatakan, dia memang harus memilih menjadi Menpora atau waketum PSSI. Dia menilai tidak mungkin rangkap jabatan karena konsekuensinya juga besar.
"Tidak fair, kita sudah mengurus suatu cabor, kemudian harus ada cabor lain lagi yang harus ini (diurus), saya tidak bisa fokus. Harus fokus, konsentrasi, saya harus detail melakukan itu," tegas dia.
Lebih lanjut, Zainudin mengatakan, dia tetap akan memberitahukan kepada Presiden Joko Widodo hasil apa pun dari kongres luar biasa PSSI, termasuk jika dia gagal menjadi waketum PSSI.
Menurut dia, hal tersebut merupakan bagian dari dari etika yang harus dijunjung tinggi.
"Tentu begini, itu pun saya harus lapor presiden, apa pun keputusan di kongres luar biasa, 16 Februari akan datang, saya terpilih atau tidak terpilih, saya akan kembali ke pak Presiden, pak saya gagal, paling beliau ketawa. Kemudian saya terpilih, maka konsekuensi ini, etikanya begitu," pungkas Zainuddin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




