Menpora Erick: Indonesia Harus Jadi Pemain di Industri Olahraga Dunia
Sabtu, 6 Desember 2025 | 16:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan Indonesia harus menjadi pemain dan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam peta industri olahraga global yang saat ini didominasi Amerika Serikat (AS).
Hal itu ditegaskan saat membuka Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
“Indonesia itu luar biasa di mata dunia, tetapi sayangnya realita yang ada memprihatinkan. Kita harus atur ulang kembali. Kalau mau, kita mampu,” ujar Menpora Erick, mengingatkan kembali keberhasilan penyelenggaraan Asian Games 2018 dan sejumlah event internasional lainnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki rekam jejak kuat sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga kelas dunia. “Pembukaan dan penutupan Asian Games itu spektakuler. Merchandise sold out, antreannya luar biasa. Kejuaraan Basket Dunia sukses, MotoGP penontonnya tembus 140.000. Kita mampu bangun semua itu,” ungkap Erick.
Ia menekankan, industri olahraga hanya akan tumbuh bila seluruh pengambil kebijakan memiliki pemahaman yang selaras. Maka dari itu, pembuat kebijakan harus merancang kebijakan yang memudahkan, tetapi tetap taat administrasi. Pengambil kebijakan dan industri harus berjalan berdampingan.
Disebutkan, olahraga sebagai salah satu pilar penting bangsa. Kalau mau menjadi negara maju, menurut dia, negara harus memastikan ekonomi tumbuh, pertahanan kuat, dan olahraga berprestasi.
"ISS ini untuk menyamakan mindset tersebut,” tegasnya.
Menpora Erick menyoroti pentingnya pembinaan sejak usia dini dan ekosistem pendidikan bagi atlet. “Student-athlete harus kita dukung. Presiden sudah setuju 100 beasiswa LPDP untuk atlet karena mereka bagian penting dari industri,” ujarnya.
Selain pembinaan, Erick juga menyinggung banyaknya aset olahraga daerah yang terbengkalai. Menurutnya, hal tersebut menjadi beban anggaran dan menunjukkan perlunya tata kelola baru. Ia mencontohkan praktik negara lain yang sukses membangun industri olahraga.
Ia menceritakan kemudahan yang diberikan Pemerintah Washington DC saat ia mengelola klub MLS DC United. "Di sana bukan sekadar investasi, tetapi membangun industrinya. Itu yang harus kita tiru,” katanya.
Menurut Menpora, sumber pertumbuhan ekonomi olahraga tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam, melainkan pengetahuan ekonomi. Ia mencontohkan perkembangan sport tourism di berbagai negara.
“Sport tourism akan lebih tinggi dari pariwisatanya itu sendiri. Lihat bagaimana Arab bidding Piala Dunia atau Qatar bangun venue olahraga,” kata Erick.
Menpora menekankan kompetisi yang padat adalah fondasi bagi prestasi atlet. “Makin banyak kompetisi, makin bagus bagi olahraga dan atletnya,” ujarnya.
Erick juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para atlet jelang SEA Games 2025. “Olahraga itu cerminan karakter bangsa dan simbol negara. Kirim atlet jangan coba-coba,” katanya.
Ia menutup dengan optimisme Indonesia dapat menjadi kekuatan baru dalam industri olahraga dunia. Ketika industri olahraga hidup, dukungan pemerintah ada, prestasi akan bertumbuh. Indonesia harus ambil bagian dengan menjadi pemainnya, bukan sekadar menonton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




