Erick Thohir Ingin Gaple Dikembangkan Jadi Industri Olahraga Nasional
Rabu, 7 Januari 2026 | 23:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Gaple atau yang disebut sebagai domino memang akrab di masyarakat. Permainan ini pun biasanya dilakukan oleh empat orang untuk menghabiskan waktu.
Namun, Menteri Pemuda dan Olahraga Menpora Erick Thohir mendorong Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) untuk mengembangkan domino sebagai bagian dari industri olahraga yang mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi Indonesia.
Erick pun menekankan pentingnya melihat olahraga dari sudut pandang yang lebih luas, tidak semata-mata dari sisi prestasi.
“Saya ingin melihat perspektif olahraga nasional ini tidak hanya dilihat dari prestasi,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Menurut Erick, industri olahraga global memiliki nilai ekonomi yang sangat besar dan terus mengalami pertumbuhan setiap tahun. Ia menyebut nilai sport industry dunia mencapai sekitar Rp 80.000 triliun. “Kalau kita lihat angka sport industry di dunia Rp 80.000 triliun, tumbuh 8% per tahun,” kata Erick.
Menurutnya, sebagian besar pangsa industri olahraga global saat ini masih dikuasai oleh negara-negara tertentu. Sekitar 40% industri olahraga dunia berada di Amerika Serikat, dengan sejumlah cabang olahraga prestasi yang berkembang menjadi industri besar, seperti basket, american football, dan baseball.
Selain Amerika Serikat, Erick mencontohkan sejumlah negara lain yang berhasil mengemas cabang olahraga menjadi industri bernilai tinggi. Inggris dikenal dengan industri sepak bolanya, Australia dengan rugby, serta India dengan kriket.
Di samping itu, terdapat pula cabang olahraga yang sejak awal dikembangkan dengan pendekatan industri hiburan, seperti UFC dan WWE.
Melihat kondisi tersebut, Erick menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai cabang olahraga sebagai bagian dari ekosistem sport industry, termasuk olahraga domino.
Menurutnya, olahraga tidak hanya berfungsi sebagai sarana prestasi dan kesehatan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan.
Menpora juga memaparkan struktur perputaran uang dalam industri olahraga. Ia menjelaskan, kontribusi dana pemerintah dalam menggerakkan ekonomi olahraga relatif terbatas dibandingkan sumber lainnya.
“Peran uang pemerintah memutar ekonomi paling 10% sampai 15% saja, 30% investasi dari yang cinta olahraga atau yang cinta industri, dan 55% perputaran uang yang melakukan olahraga itu,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




