Menteri Hanif Sebut Masih Banyak TPS Liar di Surabaya
Minggu, 8 Februari 2026 | 21:43 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik di Kota Surabaya, Minggu (8/2/2026). Salah satu lokasi yang disidak adalah Pasar Wonokromo, yang menjadi sorotan terkait pengelolaan sampah perkotaan.
Sidak Menteri Hanif dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen pemerintah untuk berperang melawan sampah. Dalam peninjauan tersebut, Menteri Hanif menilai pengelolaan sampah di Surabaya masih memerlukan banyak pembenahan meski selama ini Kota Pahlawan dikenal sebagai salah satu kota dengan pengelolaan sampah terbaik dan pernah meraih penghargaan Adipura.
Menteri Hanif menyebut, hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara nilai penilaian kebersihan dengan kondisi riil. Karena saat ini di lapangan, masih banyak tempat pembuangan sampah sementara atau TPS liar di berbagai titik kota.
"Secara penilaian bersih, tetapi setelah kita cek di lapangan masih banyak yang perlu dibenahi, jadi penilaian Kota Surabaya perlu dikoreksi ulang lagi. Masih banyak tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang saya lihat," ujarnya saat ditemui di Pasar Wonokromo Surabaya.
Menurutnya, permasalahan sampah tidak hanya terdapat di pasar, tetapi juga di sepanjang aliran sungai, kawasan sekitar stasiun hingga sejumlah jalan protokol dan wilayah pinggiran kota. Di beberapa lokasi, sampah terlihat menumpuk dan tidak terkelola dengan baik.
Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan dampak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani secara serius. Sebelum melakukan sidak di Surabaya, Menteri Hanif juga telah mengunjungi sejumlah daerah lain seperti Bontang, Balikpapan dan Ciamis, yang sama-sama memiliki nilai pengelolaan sampah tinggi.
"Presiden telah memberikan arahan yang jelas untuk berperang melawan sampah. Kita tidak bisa memberikan penghargaan jika kenyataan di lapangan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan," tegasnya.
Pemerintah tidak akan ragu untuk meninjau ulang pemberian nilai dan penghargaan jika kondisi di lapangan belum sesuai standar, serta berkomitmen terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah.
"Sebelumnya, Surabaya termasuk tiga kota dengan nilai pengelolaan sampah sangat tinggi yang menjadi prioritas dalam pendampingan kami untuk memastikan bahwa hak masyarakat akan lingkungan yang bersih dan nyaman dapat terwujud. Pemilihan kota penerima penghargaan juga dilakukan secara berjenjang karena jumlahnya terbatas," jelas Menteri Hanif.
Menteri Hanif berharap Surabaya mampu berbenah serta menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




