Pastikan ke Piala Dunia 2026, Era Baru Inggris di Bawah Tuchel Dimulai
Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Tim nasional Inggris memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Latvia 5–0 di Stadion Daugava, Riga, Selasa (14/10/2025). Kemenangan tersebut menegaskan dominasi The Three Lions dalam persaingan grup K kualifikasi zona Eropa dan sekaligus menjadi tonggak awal era pelatih Thomas Tuchel.
Inggris tampil sempurna dengan lima kemenangan dari lima laga, unggul jauh di puncak klasemen dan tak lagi bisa dikejar dua pesaing terdekatnya, Albania dan Serbia. Gol-gol kemenangan Inggris dicetak oleh Harry Kane (dua gol), Anthony Gordon, Eberechi Eze, serta satu gol bunuh diri Maksim Tonisevs.
Kemenangan ini diraih tak lama setelah Albania mengalahkan Serbia 1–0, hasil yang membuka jalan bagi Inggris untuk mengunci posisi teratas grup K. Meski masih menyisakan dua laga formalitas melawan Serbia dan Albania bulan depan, fokus Inggris kini tertuju pada persiapan menuju Piala Dunia di Amerika Utara.
Tuchel Bawa Semangat Baru
Setelah kegagalan Gareth Southgate membawa Inggris meraih trofi di Euro 2020, Piala Dunia 2022, dan Euro 2024, FA Inggris menunjuk Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman yang pernah menjuarai Liga Champions bersama Chelsea (2021).
Kedatangan Tuchel sempat menuai keraguan karena ia bukan pelatih asal Inggris. Namun, rekam jejaknya yang impresif membuat publik berharap banyak. Dalam konferensi pers perdananya, Tuchel berjanji akan melatih dengan “penuh semangat dan emosi”, sembari menyebut dirinya merasa muda kembali karena tantangan besar yang dihadapi.
Kontroversi pertama muncul saat Tuchel memanggil Jordan Henderson, mantan kapten Liverpool yang kini bermain di Brentford, ke dalam skuad. Keputusan itu mengingatkan publik pada era Southgate yang kerap mengandalkan pemain senior. Namun Tuchel menegaskan bahwa Henderson adalah “perekat yang membuat tim istimewa”.
Di bawah arahannya, Inggris membuka perjalanan dengan dua kemenangan meyakinkan atas Albania dan Latvia (agregat 5–0). Selain ketajaman Kane, Tuchel juga berhasil memberi ruang bagi talenta muda seperti Myles Lewis-Skelly dan Eberechi Eze, yang langsung beradaptasi dengan gaya main agresif dan dinamis.
Dari Kritik ke Optimisme
Meski begitu, perjalanan Tuchel tidak sepenuhnya mulus. Kemenangan tipis atas Andorra dan kekalahan mengejutkan dari Senegal sempat membuat posisinya dipertanyakan. Kritik semakin tajam setelah keputusan taktisnya, seperti menurunkan Kyle Walker yang melakukan blunder, dianggap kurang tepat.
Namun, Tuchel menjawab keraguan dengan cara terbaik. Inggris tampil gemilang saat menumbangkan Serbia 5–0, mencatat kemenangan tandang terbesar mereka atas negara dengan peringkat 50 besar dunia sejak 1992. Sebulan kemudian, kemenangan telak dengan skor serupa atas Latvia memastikan Inggris melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.
Kini, Inggris menjadi salah satu favorit juara berkat kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman pemain senior. Jika barisan depan mereka terus produktif dan pertahanan tetap solid, Thomas Tuchel berpeluang mengantarkan Inggris meraih kejayaan yang telah dinantikan selama enam dekade sejak 1966.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




