ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Guardiola Kasih Contekan Jegal Arsenal dari Gelar Juara Liga Inggris

Senin, 23 Maret 2026 | 21:29 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Bek Arsenal Gabriel (kanan) dan William Saliba (kiri) tidak bisa  mengembangkan permainan menyerang saat menghadapi Manchester City pada babak kedua final Piala Carabao.
Bek Arsenal Gabriel (kanan) dan William Saliba (kiri) tidak bisa mengembangkan permainan menyerang saat menghadapi Manchester City pada babak kedua final Piala Carabao. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Dunia sepak bola baru saja menyaksikan sebuah pelajaran taktik tingkat tinggi pada ajang final Piala Carabao di Wembley, Inggris, Senin (23/3/2026) dini hari WIB. Pelatih Pep Guardiola tidak hanya membawa Manchester City menjuarai Carabao Cup, tetapi ia berhasil memecahkan kode rahasia untuk "membunuh" permainan Arsenal besutan Mikel Arteta. 

“Kuncinya bukan pada tekanan tinggi yang agresif, melainkan sebuah keputusan berani di babak kedua: berhenti menekan lini pertahanan Arsenal,” tulis analis dari The Independent, Senin.

Selama ini, menurut The Independent tim-tim lawan cenderung melakukan pressing ketat pada lini belakang Arsenal dan gelandang Martin Zubimendi. Namun, Guardiola menyadari bahwa hal itu justru memberikan energi bagi Arsenal untuk melakukan permainan kombinasi cepat. 

Di babak kedua final tersebut, City secara mencolok "berdiri diam" dan membiarkan bek Arsenal menguasai bola. Taktik ini secara instan memutus jalur operan dan membuat Arsenal frustrasi karena tidak ada celah untuk ditembus.

ADVERTISEMENT

Strategi ini terbukti sangat efektif karena mengeksploitasi kelemahan teknis pemain Arsenal hari itu. Tanpa tekanan, para pemain Arsenal justru terlihat kebingungan dan sering melakukan kesalahan sendiri. Bek Arsenal, Gabriel dan Saliba  justru kebingungan dalam mengalirkan bola. 

Mereka sama sekali tidak berani membawa bola atau mengirimkannya dengan cepat ke rekan mereka yang ada di depan. Alhasil bola kerap mereka kembalikan ke penjaga gawang Arsenal, Kepa yang kemudian langsung menendang bola jauh ke depan. Alhasil bola terus-menerus kembali ke penguasaan City dan kemudian menjadi awal mula lahirnya dua gol kemenangan. 

“Ini adalah strategi yang sangat mungkin ditiru oleh tim lain di Liga Inggris jika ingin melumpuhkan kreativitas anak asuh Arteta,” analisa The Independent.

Keberhasilan taktik ini juga didukung oleh dominasi fisik di lini tengah. Rodri, yang tampil dalam performa terbaiknya pasca cedera, benar-benar menjadi "tembok" yang tidak bisa dilewati. Kehadirannya membuat Arsenal merindukan sosok kreatif seperti Martin Odegaard dan Eberechi Eze. Tanpa kedua pemain tersebut, Arsenal tidak memiliki jawaban saat City menutup ruang di area tengah lapangan.

Sisi lain yang menjadi sorotan adalah bagaimana Pep Guardiola memanfaatkan kelemahan individu di bawah mistar gawang lawan. Keputusan Arteta memainkan Kepa Arrizabalaga alih-alih David Raya terbukti fatal. Gol dari Rayan Cherki yang seharusnya bisa diamankan dengan mudah, justru bersarang di gawang karena kesalahan teknis Kepa. Hal ini menunjukkan bahwa strategi taktis hebat sekalipun bisa hancur karena satu kesalahan personel di posisi krusial.

Kelelahan juga memainkan peran besar dalam narasi kemenangan City. Dengan Arsenal yang sudah memainkan 50 pertandingan musim ini, fisik mereka tampak terkuras habis. Guardiola dengan cerdik memanfaatkan kondisi ini dengan bermain lebih pasif namun mematikan, memaksa pemain Arsenal untuk terus berpikir dan berlari tanpa hasil yang jelas. Konsensus di antara para pelatih yang hadir adalah bahwa Arsenal tampak "kehabisan napas" di hadapan City yang lebih segar.

Di akhir laga, pemandangan Guardiola yang merayakan trofi dengan sangat emosional menunjukkan betapa pentingnya kemenangan taktis ini baginya. Ia seolah ingin membuktikan bahwa sang "guru" masih memiliki banyak trik yang belum dipahami oleh sang "murid", Mikel Arteta. Bagi City, kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan pesan perang untuk perburuan gelar liga yang akan datang.

Kini, tim-tim lain di Liga Inggris pasti akan mempelajari rekaman pertandingan ini dengan saksama. Strategi membiarkan Arsenal menguasai bola di area pertahanan mereka sendiri, sembari menutup semua jalur distribusi ke depan, terbukti menjadi senjata mematikan yang efisien. 

Pertanyaannya sekarang, mampukah Arteta menemukan penawar dari taktik yang diciptakan oleh mentornya sendiri tersebut mengingat tim-tim lain bisa saja mencoba melakukan trik yang sama.  Jangan sampai pada pertandingan tersisa menuju akhir Liga Inggris, Arsenal justru menelan banyak kekalahan yang bisa dimanfaatkan oleh Manchester City yang sedang menempel ketat di posisi kedua klasemen. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Era Iraola Dimulai, Liverpool Tikung Newcastle Tebus Victor Munoz

Era Iraola Dimulai, Liverpool Tikung Newcastle Tebus Victor Munoz

SPORT
Dipertahankan Ipswich Town, Baggott Jadi Tampil pada Premier League?

Dipertahankan Ipswich Town, Baggott Jadi Tampil pada Premier League?

SPORT
Lahir di Pengungsian, Irankunda Kini Cetak Sejarah pada Piala Dunia

Lahir di Pengungsian, Irankunda Kini Cetak Sejarah pada Piala Dunia

SPORT
Mourinho Bergerak, Real Madrid Makin Dekat Dapat Bernardo Silva

Mourinho Bergerak, Real Madrid Makin Dekat Dapat Bernardo Silva

SPORT
Sancho Tinggalkan Man United, Bissouma Berpisah dengan Tottenham

Sancho Tinggalkan Man United, Bissouma Berpisah dengan Tottenham

SPORT
Man United Cuci Gudang! Sancho, Casemiro, dan Malacia Resmi Pergi

Man United Cuci Gudang! Sancho, Casemiro, dan Malacia Resmi Pergi

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon