ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Piala Dunia 2026: Ronaldo Melempem Lawan Kongo, Martinez Pasang Badan

Kamis, 18 Juni 2026 | 20:17 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Performa Cristiano Ronaldo dalam laga perdana Portugal di Piala Dunia 2026 menuai kritik tajam setelah hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo.
Performa Cristiano Ronaldo dalam laga perdana Portugal di Piala Dunia 2026 menuai kritik tajam setelah hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo. (AP/Ashley Landis)

Jakarta, Beritasatu.com - Sorotan tajam kembali mengarah pada megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, menyusul hasil imbang mengecewakan yang diraih timnya pada laga perdana fase grup Piala Dunia 2026. Tampil sebagai starter, pemain berjuluk CR7 itu dinilai gagal memberikan dampak positif di lini serang. Performa minor ini langsung memicu kembali perdebatan lama di kalangan pengamat sepak bola mengenai layak atau tidaknya sang kapten diandalkan di usia senja.

Langkah awal Portugal di turnamen akbar ini memang jauh dari kata mulus setelah ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo di Grup K. Hasil ini menjadi tamparan keras bagi Selecao das Quinas, mengingat Kongo merupakan tim non-unggulan yang baru mencicipi kembali atmosfer putaran final Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun. Kegagalan memetik poin penuh ini membuat posisi Portugal di fase grup langsung berada dalam tekanan.

Ronaldo, yang kini telah menginjak usia 41 tahun, sebenarnya sedang mengukir sejarah besar dengan menjalani Piala Dunia keenam dalam kariernya, sebuah rekor yang ia bagi bersama rival abadinya, Lionel Messi. Namun, catatan historis tersebut ternoda oleh kegagalannya mengonversi dua peluang emas di babak kedua. 

“Dua tendangan jarak dekat yang biasanya dengan mudah ia ubah menjadi gol, kali ini justru melebar tipis di sisi gawang Kongo,” tulis Flashscore, Kamis (18/6/2026). 

ADVERTISEMENT

Ketidakmampuan Ronaldo memanfaatkan peluang tersebut memicu frustrasi yang terlihat jelas di lapangan, salah satunya dari sang gelandang, Bruno Fernandes. Bruno yang berdiri bebas dalam posisi yang jauh lebih menguntungkan di belakang Ronaldo pada peluang pertama, tampak kecewa berat karena tidak diberi umpan. Gestur ketidakpuasan dari bintang Manchester United itu sempat tertangkap kamera penonton dan menjadi pembahasan hangat di media sosial.

Statistik pertandingan dari Opta juga menunjukkan betapa terisolasinya Ronaldo di lini depan sepanjang laga bergulir. Mantan pemain Real Madrid itu tercatat hanya melakukan 25 kali sentuhan terhadap bola, angka paling rendah di antara seluruh pemain Portugal yang merumput lebih dari satu babak. Data heat map miliknya memperlihatkan pergerakan yang sangat minim dan monoton di sekitar area kotak penalti lawan.

Kendati dihujani kritik dari berbagai penjuru, pelatih timnas Portugal, Roberto Martinez, memilih pasang badan dan membela anak asuhnya dalam konferensi pers. Menurut Martinez, minimnya kontribusi Ronaldo bukan mutlak kesalahan sang pemain, melainkan karena kurangnya dukungan dan suplai bola dari lini kedua. Ia menilai strategi tim secara keseluruhan tidak berjalan baik dalam melayani ujung tombak utama mereka.

Martinez juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terpikir untuk menarik keluar Ronaldo meskipun sang pemain tampil melempem di lapangan. Baginya, status Ronaldo sebagai top skor sepanjang masa di level internasional adalah jaminan bahwa kehadirannya tetap dibutuhkan hingga menit akhir. 

“Pengalaman serta kemampuan Ronaldo dalam memecah fokus barisan pertahanan lawan dinilai masih menjadi senjata tak terlihat yang sangat berharga bagi taktik tim,” tulis Flashscore mendeskripsikan pembelaan Roberto Martinez.

Meski pembelaan terus mengalir dari sang pelatih, tekanan publik agar Portugal melakukan regenerasi di lini depan dipastikan tidak akan mereda. Portugal kini dituntut segera berbenah sebelum melakoni laga krusial kedua melawan Uzbekistan di Houston pada hari Selasa nanti, sebelum nantinya menutup laga fase grup melawan Kolombia di Miami. Menarik dinanti apakah Martinez akan tetap mempertahankan Ronaldo sebagai starter atau berani mencadangkannya demi kolektivitas tim.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Susunan Pemain Belanda vs Swedia, Isak-Gyokeres Tantang De Oranje

Susunan Pemain Belanda vs Swedia, Isak-Gyokeres Tantang De Oranje

SPORT
Fernando Hierro: Spanyol Punya Karakter Kuat Kuasai Piala Dunia 2026

Fernando Hierro: Spanyol Punya Karakter Kuat Kuasai Piala Dunia 2026

SPORT
Gol Perdana Alex Freeman pada Piala Dunia 2026, Bukti DNA Juara

Gol Perdana Alex Freeman pada Piala Dunia 2026, Bukti DNA Juara

SPORT
Link Live Streaming Belanda vs Swedia: Laga Penting Tiket 32 Besar

Link Live Streaming Belanda vs Swedia: Laga Penting Tiket 32 Besar

SPORT
Sempat Terpuruk, Jude Bellingham Minta Bantuan Ancelotti untuk Bangkit

Sempat Terpuruk, Jude Bellingham Minta Bantuan Ancelotti untuk Bangkit

SPORT
Sejarah Piala Dunia: Tutup Mulut Berujung Kartu Merah untuk Almiron

Sejarah Piala Dunia: Tutup Mulut Berujung Kartu Merah untuk Almiron

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon