ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Henry vs Ronaldo: Kritik Piala Dunia 2026 atau Dendam Lama?

Kamis, 18 Juni 2026 | 22:31 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Thierry Henry melancarkan kritik keras terhadap performa Cristiano Ronaldo pasca-laga Portugal kontra RD Kongo.
Thierry Henry melancarkan kritik keras terhadap performa Cristiano Ronaldo pasca-laga Portugal kontra RD Kongo. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Jagat sepak bola dunia kembali dihangatkan oleh dinamika hubungan antara dua legenda besar, Thierry Henry dan Cristiano Ronaldo. Kritik keras yang dilontarkan Henry seusai laga pembuka Grup Piala Dunia 2026 antara Portugal dan RD Kongo memicu kembali spekulasi lama: apakah ini murni analisis taktis seorang pandit, atau ada sentimen pribadi yang belum usai?

Dalam siaran pascapertandingan pada Rabu (17/6/2026), Henry yang bertindak sebagai komentator memprotes keras performa Ronaldo setelah Portugal ditahan imbang 1-1 oleh RD Kongo. Bermain penuh selama 90 menit, kapten Portugal berusia 41 tahun itu tampil melempem tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dan hanya mencatat tujuh umpan di sepertiga akhir lapangan.

Henry menilai Ronaldo terlalu bermain egois demi mengejar rekor gol pribadi, yang justru merusak skema permainan tim asuhan Roberto Martínez. "Hal yang penting, tolong pahami, tim yang harus mencetak gol, bukan Anda yang harus mencetak gol," ujar Henry dengan nada tinggi.

Mantan striker Arsenal itu bahkan menyoroti momen spesifik ketika Ronaldo masuk ke jalur pergerakan Bruno Fernandes, yang membuat aliran bola Portugal menjadi mudah dibaca oleh lini pertahanan RD Kongo. "Biarkan bolanya lewat. Lakukan pergerakan dan ciptakan ruang agar saya bisa menyelesaikannya," kata Henry, memperagakan rasa frustrasi yang mungkin dirasakan Bruno saat itu.

ADVERTISEMENT

Meskipun argumen Henry didukung oleh data statistik performa Ronaldo yang minim kontribusi di laga tersebut, kritik tajam ini langsung menuai kontroversi. Salah satunya datang dari rekan senegaranya, Prancis, Patrice Evra. 

Legenda Manchester United dan Juventus itu secara terang-terangan menyebut analisis Henry sebagai sebuah lelucon yang konyol. Menurutnya, sungguh tidak masuk akal jika ada yang berusaha mengajari seorang Cristiano Ronaldo tentang cara bergerak dan mencetak gol di area pertahanan lawan. Ia pun mengingatkan publik akan status Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola, dengan torehan gol yang jauh melampaui rekor gol yang pernah dicetak oleh Henry sendiri semasa aktif bermain.

Lebih jauh, Evra juga menolak keras menjadikan megabintang berusia 41 tahun itu sebagai kambing hitam atas hasil imbang 1-1 tersebut. Menurut kacamata Evra, pihak yang paling pantas bertanggung jawab atas tumpulnya lini depan Selecao das Quinas adalah sang pelatih, Roberto Martinez. 

Thierry Henry dan Ronaldo dalam sebuah kesempatan. - (Google/-)
Thierry Henry dan Ronaldo dalam sebuah kesempatan. - (Google/-)

Evra menilai bahwa kegagalan Portugal murni disebabkan oleh kebuntuan taktik pelatih, bukan karena menurunnya ketajaman sang kapten. Evra membedah jalannya pertandingan dengan menyoroti gaya bermain Republik Demokratik Kongo yang menerapkan skema low-block atau bertahan sangat dalam. 

Ia memuji kedisiplinan para pemain Kongo yang tampil sangat rapat, menutup setiap celah ruang gerak, dan berhasil membuat barisan penyerang Portugal merasa frustrasi. Skema ini sangat efektif meredam agresivitas tim yang dihuni banyak pemain bintang seperti Portugal.

Merujuk pada hal tersebut, Evra mengkritik Roberto Martinez yang gagal merespons situasi di lapangan. Sebagai pelatih kelas dunia, Martinez seharusnya sudah mengantisipasi skema low-block ini dan menyiapkan berbagai variasi serangan alternatif untuk membongkar pertahanan lawan.

“Sangat tidak adil untuk terus-menerus menyalahkan seorang striker saat tim secara kolektif gagal menciptakan peluang yang berarti. Striker sehebat apa pun akan mati kutu jika tidak mendapatkan dukungan taktis yang memadai dari rekan-rekan setim," kata Evra. 

Pernyataan Evra diamini oleh pendukung Ronaldo. Mereka mengatakan seluruh pemain Portugal sama sekali tidak memberikan performa terbaik pada pertandingan itu. Banyak orang berani mengkritik Ronaldo tetapi menutup mata pada pemain lainnya. Bruno Fernandes misalnya, yang dalam pertandingan itu sama sekali tidak memiliki peran krusial. 

Gelandang Manchester United itu hanya sekali memberikan peluang meski bermain penuh selama 90 menit. “Mengapa Ronaldo yang terus disalahkan,” kritik mereka. 

Henry menurut mereka tidak proporsional dalam menilai sebuah pertandingan yang melibatkan Ronaldo. Tidak heran jika mereka menduga legenda Arsenal itu memang memiliki masalah atau dendam yang tidak tuntas dengan Ronaldo. 

Dugaan itu berasalan mengingat rekan Ronaldo, Rio Ferdinand dalam sebuah siniar (podcast) bersama Andreas Poke, sempat membongkar bahwa Henry memiliki beef atau persaingan tidak sehat yang dipendam terhadap Ronaldo. Ferdinand mengklaim Henry selalu kehilangan gairah dan enggan memberikan pujian tulus setiap kali membahas pencapaian pemilik lima gelar Ballon d'Or tersebut.

Menurut analisis Ferdinand, akar kebencian ini bermula dari laga klasik yang panas di Stadion Highbury pada tahun 2005 silam. Saat itu, Manchester United sukses mempermalukan Arsenal 4-2 di kandangnya.

Pada pertandingan tersebut, tensi tinggi sempat membuat Henry tertangkap kamera menepuk bagian belakang kepala Ronaldo muda dengan gestur merendahkan, yang langsung dibalas Ronaldo dengan dorongan kasar. Drama berakhir getir bagi Henry setelah Ronaldo justru keluar sebagai pahlawan kemenangan Setan Merah dan merayakan gol tepat di hadapannya. Ferdinand meyakini momen memalukan 21 tahun lalu itu masih membekas di hati Henry hingga kini.

Perdebatan mengenai hubungan keduanya tidak lepas dari status mereka sebagai ikon generasi emas Liga Inggris era 2000-an. Henry diakui sebagai salah satu pemain asing terbaik sepanjang sejarah Premier League berkat torehan magisnya bersama skuad The Invincibles Arsenal.

Namun, lompatan karier luar biasa Ronaldo, yang kemudian merengkuh berbagai trofi Liga Champions dan lima Ballon d'Or, kerap dianggap menggeser peta pembicaraan mengenai siapa pemain terbaik sepanjang masa, sesuatu yang menurut Ferdinand memicu riak kecemburuan di kalangan legenda lama, termasuk Henry.

Melihat performa buruk Ronaldo di laga kontra RD Kongo pada Piala Dunia 2026, kritik Henry secara teknis memiliki dasar argumen yang kuat dan objektif sebagai seorang analis pertandingan. Sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah sepak bola dengan koleksi gelar Piala Dunia dan Liga Champions, Henry memiliki legitimasi penuh untuk mengkritik pergerakan tanpa bola seorang striker.

Namun, dengan adanya latar belakang rivalitas masa lalu di Highbury serta klaim dari orang dalam seperti Rio Ferdinand, publik sepak bola tampaknya akan selalu melihat kritik Henry lewat lensa yang berbeda. Apakah Henry benar-benar membenci Ronaldo? 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Susunan Pemain Belanda vs Swedia, Isak-Gyokeres Tantang De Oranje

Susunan Pemain Belanda vs Swedia, Isak-Gyokeres Tantang De Oranje

SPORT
Fernando Hierro: Spanyol Punya Karakter Kuat Kuasai Piala Dunia 2026

Fernando Hierro: Spanyol Punya Karakter Kuat Kuasai Piala Dunia 2026

SPORT
Gol Perdana Alex Freeman pada Piala Dunia 2026, Bukti DNA Juara

Gol Perdana Alex Freeman pada Piala Dunia 2026, Bukti DNA Juara

SPORT
Link Live Streaming Belanda vs Swedia: Laga Penting Tiket 32 Besar

Link Live Streaming Belanda vs Swedia: Laga Penting Tiket 32 Besar

SPORT
Sempat Terpuruk, Jude Bellingham Minta Bantuan Ancelotti untuk Bangkit

Sempat Terpuruk, Jude Bellingham Minta Bantuan Ancelotti untuk Bangkit

SPORT
Sejarah Piala Dunia: Tutup Mulut Berujung Kartu Merah untuk Almiron

Sejarah Piala Dunia: Tutup Mulut Berujung Kartu Merah untuk Almiron

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon