ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TGIPF Sebut Ada Pembiaran Pelanggaran dalam Setiap Pertandingan

Senin, 10 Oktober 2022 | 21:38 WIB
VS
IC
Penulis: Vento Saudale | Editor: CAH
Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Rhenald Kasali saat memberikan keterangan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, 10 Oktober 2022.
Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Rhenald Kasali saat memberikan keterangan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, 10 Oktober 2022. (Beritasatu.com/vento saudale)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Rhenald Kasali melihat ada pembiaran terkait pelanggaran-pelanggaran dalam penanganan keamanan dalam setiap pertandingan sepak bola di Indonesia.

Hal itu dikatakan Rhenald usai menggelar rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2022). Pembiaran pelanggaran itu lantaran minimnya pemahaman dan sosialisasi regulasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola, khususnya terkait pengamanan.

Salah satunya yakni larangan penggunaan gas air mata dan tidak banyak orang yang memahami ada larangan bagi petugas pengamanan untuk berada di dalam lapangan pertandingan.

"Bahkan berseragam polisi, aparat, tentara juga tidak boleh di dalam. Artinya, selama bertahun-tahun, selama ini dibiarkan. Itu kan sudah ada ketentuannya," jelas Rhenald.

ADVERTISEMENT

Rhenald menuturkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan TGIPF, panitia pelaksana (panpel) mengaku telah memberitahukan terkait penggunaan gas air mata. Pemberitahuan tersebut bukan didasarkan pada larangan FIFA, namun berdasarkan kejadian 2018 di Surabaya.

"Pernah ada kejadian di Surabaya itu digunakan gas air mata, dan itu menimbulkan menyakiti korban. Jadi sebaiknya tidak digunakan," ujar Rhenald.

Bahkan, ada aparat kepolisian yang dalam rapat mengatakan untuk tidak menggunakan gas air mata, dengan merujuk pada kejadian di Surabaya.

"Jadi besar kemungkinan banyak yang tidak memahami dan tidak ada sosialisasi mengenai ketentuan FIFA," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon