ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RSUD Nias Stop Layanan Bedah karena Tak Ada Dokter, Pasien Jadi Korban

Rabu, 20 Agustus 2025 | 08:03 WIB
KH
SM
Penulis: Kariadil Harefa | Editor: SMR
RSUD dr Martin Thomsens, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
RSUD dr Martin Thomsens, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. (Beritasatu.com/Kariadil Harefa)

Gunungsitoli, Beritasatu.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Martin Thomsen, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara menghentikan sementara layanan bedah pasien mulai 18 hingga 27 Agustus 2025, akibat terbatasnya dokter spesialis bedah.

Plt Direktur RSUD Martin Thomsen, Ersan Kennedy Harefa mengimbau agar fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) merujuk pasien yang membutuhkan penanganan bedah ke rumah sakit lain, karena layanan bedah di rumah sakit rujukan utama di Nias itu sementara tidak tersedia.

“Kami informasikan bahwa pelayanan pasien yang memerlukan tindakan bedah tidak dapat dilakukan sementara waktu. Pasien akan dirujuk ke rumah sakit lain yang menyediakan pelayanan bedah,” ujar Ersan, Selasa (19/8/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keputusan ini bersifat sementara hingga tersedia kembali tenaga dokter spesialis bedah. 

“Apabila ada perkembangan baru mengenai pelayanan bedah, kami akan segera menyampaikannya kepada masyarakat,” tegasnya.

Keputusan penghentian sementara layanan sementara dinilai penting demi menjaga kualitas pelayanan serta keamanan pasien. RSUD Martin Thomsen Nias menegaskan layanan medis di luar tindakan bedah tetap berjalan normal seperti biasa.

Akibat tidak adanya dokter bedah di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Nias itu, sejumlah pasien pasien post insisi dan drainase (I&D) telantar sejak rujukan 11 Agustus 2025. Seperti yang dialami oleh warga bernama Asa'aro Lase. Dia terpaksa memilih pindah ke rumah sakit swasta pada 13 Agustus 2025. 

"Saya 2 hari menahan sakit tanpa adanya penanganan jelas dari dokter bedah sejak terima rujukan di rumah sakit itu, lalu saya ambil inisiatif pindah keluar ke tempat lain," kata Asa'aro Lase kepada wartawan.

Pasien lainnya memilih mencari layanan alternatif di luar rumah sakit yang berada di Kota Gunungsitoli. 

Dokter spesialis bedah yang bisa bertugas di RSUD Martin Thomsen Nias kini memilih rumah praktik di rumah sakit lain, ada yang cuti dan sekolah ke luar negeri. Misalnya dr Hajriadi Syah Aceh, SpB dan dr Jefry Adikam Sitepu. Keduanya sudah praktik di Rumah Sakit Bethesda.

Hajriadi mengatakan surat izin praktik (SIP) miliknya di RSUD Martin Thomsen sudah selesai sejak Juni 2025 dan ia tidak lagi mengurus perpanjangannya. 

Hajriadi kecewa karena belum menerima insentif atas kinerjanya untuk periode Juli–Desember 2024 maupun Januari-Juni 2025. Dia menuding RSUD Martin Thomsen tidak transparan dalam pengelolaan dana.

 “Saat itu saya mendapat pemberitahuan pihak manajemen bahwa insentif sudah cair. Namun sampai sekarang belum terealisasi," ungkapnya.

Sementara itu, Jefry Adikam Sitepu saat konfirmasi terpisah meminta janji temu dalam pekan ini karena padatnya jadwal pelayanan bedah di salah satu rumah sakit yang dia mengabdi saat ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon