Bea Cukai Ungkap Jejak Dewi Astutik sang Gembong Narkoba Sabu
Selasa, 2 Desember 2025 | 20:37 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Pengungkapan kasus penyelundupan dua ton sabu yang dikendalikan oleh Dewi Astutik (DA) ternyata bermula dari temuan awal pihak Bea Cukai Soekarno–Hatta. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno–Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, dalam konferensi pers bersama BNN, Selasa (2/12/2025).
Gatot Sugeng Wibowo mengungkapkan, DA bukan sosok baru dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional. Pada 2024, ia pernah berupaya memasukkan narkotika jenis NPP berupa kokain atau heroin, melalui Bandara Soekarno–Hatta.
“DA pernah memasuki atau memasukkan NPP, bentuknya cocaine atau heroin. Pernah juga heroin 2,3 kilogram yang kemudian kami kembangkan, dan ternyata berujung pada pelaku yang sekarang sedang ditunggu pemulangannya dari Kamboja,” ujar Gatot Sugeng Wibowo.
Bea Cukai menegaskan, komitmennya untuk mendukung penuh seluruh rangkaian pemeriksaan lanjutan terkait kedatangan DA dari Kamboja yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore hingga malam hari.
“Prinsipnya Bea Cukai Soekarno–Hatta sangat mendukung kegiatan sore dan malam hari nanti, mungkin terkait kedatangan saudara DA. Kami akan mensupport sarana-prasarana dan penanganannya di Bandara Internasional,” lanjutnya.
Keterlibatan Langsung dengan Aktivitas DA
Menurut Gatot, pengungkapan kasus ini memiliki relevansi kuat bagi Bea Cukai mengingat rekam jejak DA terkait aktivitas penyelundupan narkoba melalui bandara tersebut.
“Tentunya kami selaku Bea Cukai di Soekarno–Hatta juga ada kaitan terkait dengan DA,” tegasnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan terus diperkuat untuk memastikan penanganan penyelundupan narkoba di Bandara Soekarno–Hatta semakin optimal.
“Ini bentuk kolaborasi dan koordinasi yang akan kita bangun terus supaya penanganan penyelundupan narkoba di Bandara Soekarno–Hatta bisa tertangani dengan baik. Kami sangat mendukung sekali, dan terima kasih atas kinerja dan kolaborasi selama ini, Pak Kepala BNN,” katanya.
Kasus penyelundupan dua ton sabu yang dikendalikan DA menjadi salah satu pengungkapan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini, aparat tengah memasuki fase lanjutan penyidikan untuk menuntaskan jaringan yang terlibat dalam operasi narkotika tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




