ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korban Banjir Tangerang Mengungsi di Gubuk hingga Kabin Mobil

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:48 WIB
WK
AD
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: AD
Korban banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa mengungsi di gubuk pinggir jalan hingga di dalam kabin mobil pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Korban banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa mengungsi di gubuk pinggir jalan hingga di dalam kabin mobil pada Sabtu, 17 Januari 2026. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com - Korban banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa mengungsi di gubuk pinggir jalan hingga di dalam kabin mobil sejak bencana melanda pada Selasa (13/1/2026) hingga saat ini, Sabtu (17/1/2026).

Pantauan Beritasatu.com di lokasi pada Sabtu malam, gubuk yang digunakan tempat mengungsi itu ditempati oleh satu keluarga yang berisikan empat orang. Gubuk itu juga dipadati oleh sejumlah peralatan rumah tangga dan pakaian.

Kemudian, terdapat keluarga lainnya yang mengungsi di dalam kabin mobil Suzuki APV. Mobil tersebut terparkir di pinggir jalan desa.

ADVERTISEMENT

Selain itu, terdapat tenda berwarna merah dan putih, bertuliskan Kemensos yang berdiri di atas lahan kosong di Desa Pasir Ampo. Tenda itu tampak sepi dari aktivitas warga dan tak ada perlengkapan apa pun di dalamnya.

"Rumah saya terendam sepaha, jadinya saya sama istri dan dua cucu ngungsi di gubuk," ujar seorang warga bernama Edi (86) di gubuk pengungsian.

Selama mengungsi, Edi mengaku kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih dan air minum. Tak hanya itu, distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak juga masih terbilang minim.

"Tadi dapat satu nasi untuk satu keluarga. Kadang dapat makan tetapi enggak ada air minumnya. Untuk mandi aja sulit, saya mandi pakai air banjir," jelasnya.

Warga lainnya, Hamzah (72) dan keluarganya terpaksa mengungsi di dalam kabin mobil lantaran rumahnya terendam banjir hingga 50 sentimeter.

"Anak-anak saya ungsikan di musala, saya sama yang lain di dalam mobil," ungkap Hamzah.

Ia juga mengaku mengalami krisis air bersih dan minum serta logistik lainnya selama lima hari mengungsi. "Saya sudah tiga hari enggak mandi karena air susah," jelasnya.

Karenanya, ia berharap agar pemerintah segera menyalurkan bantuan mendasar yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir di Desa Pasir Ampo.

"Tolong pak bupati, pak gubernur, jangan sampai masyarakat terlantar begini," harapnya.

Sebagai informasi, Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir sejak Selasa (13/1/2026) dan tak kunjung surut hingga Sabtu (17/1/2026). Sebanyak 185 rumah terendam dengan ketinggian berkisar 80 sentimeter hingga 1 meter.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

BANTEN
Banjir 180 Cm Rendam Ratusan Rumah di Cipondoh Tangerang

Banjir 180 Cm Rendam Ratusan Rumah di Cipondoh Tangerang

BANTEN
Banjir Putus Akses Tangerang-Jakarta Barat di Cipondoh

Banjir Putus Akses Tangerang-Jakarta Barat di Cipondoh

BANTEN
Banjir Rendam Kunciran Indah Tangerang, Aktivitas Warga Lumpuh

Banjir Rendam Kunciran Indah Tangerang, Aktivitas Warga Lumpuh

BANTEN
Sungai Cimanceuri Meluap, 3 Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir

Sungai Cimanceuri Meluap, 3 Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir

BANTEN
Banjir 1 Meter Putus Akses Tigaraksa-Balaraja di Tangerang

Banjir 1 Meter Putus Akses Tigaraksa-Balaraja di Tangerang

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon