Banjir 180 Cm Rendam Ratusan Rumah di Cipondoh Tangerang
Selasa, 5 Mei 2026 | 09:18 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Banjir dengan ketinggian mencapai 180 sentimeter merendam ratusan rumah warga di Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (5/5/2026). Selain permukiman, genangan juga memutus akses Jalan KH Ahmad Dahlan yang menghubungkan Tangerang dengan Rawa Buaya, Jakarta Barat.
Lurah Petir, Budi Wasono, menjelaskan banjir dipicu hujan deras di wilayah hulu, terutama Bogor, yang berdampak hingga ke kawasan hilir seperti Cipondoh.
“Banjir mulai terjadi sekitar pukul 23.22 WIB. Dalam waktu kurang lebih 30 menit, air sudah masuk ke permukiman warga,” ujar Budi di lokasi.
Ia menyebutkan, terdapat tiga RW yang terdampak, yakni RW 05, RW 06, dan RW 07, dengan total sekitar 700 keluarga. Dari jumlah tersebut, sekitar 210 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman.
“Pengungsi tersebar di beberapa lokasi, di antaranya di Masjid Nurul Yakin sekitar 80 orang, Masjid Nurul Iman sekitar 20 orang, wilayah Jagal sekitar 70 orang, dan di Al Wahab sekitar 50 orang,” katanya.
Ketinggian air bervariasi di tiap lokasi, mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai 180 sentimeter di wilayah yang lebih rendah. Salah satu penyebab utama banjir disebut akibat tersumbatnya aliran air oleh tumpukan sampah di sekitar Jembatan Candulan.
“Air meluap karena adanya penyumbatan sampah di jembatan, sehingga aliran tidak lancar dan akhirnya masuk ke permukiman warga,” jelasnya.
Selain itu, kondisi geografis wilayah Candulan yang berada di dataran rendah turut memperparah dampak banjir. Meski demikian, ia memastikan upaya penanganan telah dilakukan semaksimal mungkin.
“Untuk tanggul sebenarnya sudah optimal, tetapi karena debit air tinggi, air tetap mengalir ke daerah yang lebih rendah seperti di sini,” ujarnya.
Pemerintah Kota Tangerang, lanjut Budi, berencana melakukan normalisasi serta pelebaran kali sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi Jalan KH Ahmad Dahlan yang menjadi akses utama penghubung Tangerang dan Jakarta Barat. Kondisi ini menghambat aktivitas warga serta membatasi mobilitas di wilayah tersebut.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih tinggi dan berpotensi memicu peningkatan debit air.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




