Identifikasi Korban ATR, Istri dan Anak Pilot Andy Tes DNA di Makassar
Selasa, 20 Januari 2026 | 19:38 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Upaya identifikasi terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport kini memasuki tahap krusial melalui pemeriksaan DNA. Istri dan anak sulung sang pilot, Kapten Andy Dahananto, dilaporkan tengah menjalani pengambilan sampel DNA di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026).
Langkah medis ini diambil sebagai prosedur standar Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel untuk mencocokkan data post-mortem dari jenazah yang ditemukan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Maros.
Adik ipar Kapten Andy, Agus Mahardiyanto, mengonfirmasi bahwa keluarga inti saat ini masih tertahan di Makassar demi kepentingan prosedur identifikasi tersebut.
"Keluarga belum pulang, istri dan anak sulung masih di sana untuk proses tes DNA," ujar Agus saat ditemui di kediaman pilot di Tangerang, Banten.
Hingga saat ini, Tim DVI yang dibantu Pusdokkes Polri terus berupaya mengumpulkan data ante-mortem guna memastikan identitas dua jenazah yang telah ditemukan di dasar lereng gunung. Pemeriksaan DNA menjadi metode paling akurat di tengah kondisi medan ekstrem yang menghambat identifikasi visual secara cepat.
Sementara proses medis berlangsung di Makassar, suasana duka menyelimuti rumah Kapten Andy Dahananto di Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Deretan karangan bunga dari berbagai tokoh nasional dan pejabat daerah memenuhi halaman rumah sebagai bentuk penghormatan.
Terpantau karangan bunga datang dari Presiden Direktur Lion Group Kapten Daniel Putut, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, hingga jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang. Meskipun karangan bunga belasungkawa terus berdatangan, pihak keluarga menegaskan bahwa mereka masih menunggu informasi resmi mengenai kondisi fisik sang pilot.
"Sampai sekarang kami masih menunggu kepastian informasi dari otoritas terkait. Kami mohon doa dari masyarakat agar segera ada kabar baik bagi Kapten Andy dan korban lainnya," tutur Agus.
Update Evakuasi di Maros
Pesawat ATR 42-500 hilang kontak dan jatuh pada Sabtu (17/1/2026) saat menempuh rute Yogyakarta–Makassar. Dari total 10 orang di dalam manifes, tim SAR baru berhasil menemukan dua jenazah.
Biddokkes Polda Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan penuh untuk melakukan pemeriksaan forensik lanjutan segera setelah seluruh bagian korban berhasil dievakuasi dari titik koordinat jatuhnya pesawat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




