Miris, Nenek 70 Tahun di Lebak Tidak Pernah Terima Bansos
Senin, 30 Maret 2026 | 16:51 WIB
Rangkasbitung, Beritasatu.com - Kisah memilukan datang dari seorang lansia di Lebak yang tak pernah menerima bantuan sosial (bansos) secara rutin. Di tengah gencarnya program pemerintah seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT), ia justru hidup bergantung pada bantuan tetangga.
Sukmariah (70), warga Kampung Pasir Haleuang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, mengaku hanya sekali menerima bantuan, yakni saat pandemi Covid-19. Sejak itu, ia tidak lagi mendapatkan bantuan dari program pemerintah.
“Pernah dapat waktu corona saja, itu juga sudah lama. Setelah itu tidak pernah lagi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (30/3/2026).
Sehari-hari, Sukmariah bertahan hidup dari bantuan anak, tetangga, dan kerabat. Jika tidak ada bantuan, maka ia harus menjalani hari dengan kondisi serba terbatas.
“Kalau ada yang memberi, ya makan. Kalau tidak, ya seadanya,” tuturnya.
Sejak ditinggal wafat suami sekitar 15 tahun lalu, ia hidup seorang diri. Kondisi fisiknya yang semakin lemah membuatnya tidak lagi mampu bekerja.
Kondisi tempat tinggal Sukmariah juga memprihatinkan. Atap rumahnya sering bocor hingga dapur tergenang air saat hujan deras.
“Kalau hujan itu bukan bocor lagi, sudah seperti banjir di dapur. Kalau angin besar juga takut,” katanya.
Meski demikian, Sukmariah tidak banyak menuntut. Ia hanya berharap mendapat perhatian agar kebutuhan dasar hidupnya terpenuhi.
“Harapannya ingin dapat bantuan, tetapi saya hanya bisa berdoa,” ucapnya.
Menantunya, Saebah (43) membenarkan, Sukmariah tidak pernah menerima bantuan secara rutin. Ia juga mengaku bantuan PKH yang pernah diterimanya kini sudah tidak lagi diberikan.
“Saya dahulu pernah dapat, sekarang tidak. Tidak tahu alasannya apa,” jelasnya.
Menurutnya, hingga kini belum ada pendamping maupun pihak desa yang datang untuk mengecek kondisi Sukmariah.
“Dari desa juga belum pernah ada, pendamping apalagi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Tambakbaya, Robi menyatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang terhadap data penerima bantuan sosial.
Menurutnya, berdasarkan data awal, Sukmariah masuk dalam kategori Desil 2 yang seharusnya berpotensi menerima bantuan.
“Ini akan kami cek kembali, apakah memang masuk kriteria atau belum. Nanti akan dilakukan pendataan ulang,” ujarnya.
Robi menambahkan, jumlah penduduk desa yang mencapai sekitar 7.000 jiwa membuat proses verifikasi data harus dilakukan secara teliti.
Kasus ini menjadi gambaran masih adanya warga rentan yang belum tersentuh bantuan sosial, meski berbagai program telah digulirkan pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




