ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi Akui Kantongi Data Arah Parpol dari Intelijen

Sabtu, 16 September 2023 | 16:37 WIB
PL
FS
Penulis: Pudja Lestari | Editor: FFS
Joko Widodo.
Joko Widodo. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku mengantongi informasi dan data terkait arah partai politik dari berbagai sumber intelijen. Selain intelijen pribadi, Jokowi mengaku mendapat informasi dari intilijen Polri dan intelijen TNI. Dari informasi itu, Jokowi menyebut juga memahami seluk beluk setiap partai politik dan keinginan masing-masing partai.

"Saya tahu dalamnya partai seperti apa, saya tahu. Partai-partai ingin menuju ke mana saya ngerti. Informasi yang saya terima itu baik dari intelijen saya ada, dari intelijen Polri ada, dari intelijen TNI saya punya BAIS, dan info-info itu, angka, data, survei, ada semua, dan itu hanya milik presiden," ungkap Jokowi dalam rapat kerja nasional relawan pendukung kepemimpinan Presiden Jokowi atau Seknas Jokowi di Hotel Salak, Bogor, Sabtu (16/9/2023).

Terkait dengan sosok presiden selanjutnya, Jokowi menyebut pemimpin Indonesia haruslah orang yang mau berhitung secara detail dan turun ke lapangan. Sebagai presiden, Jokowi telah berulang kali turun langsung ke lapangan untuk meninjau perkembangan hilirisasi industri. Jokowi juga menyebut selalu berhitung secara detail mengenai rugi untung yang diterima negara sebelum mengambil suatu kebijakan.

ADVERTISEMENT

"Pemimpin ke depan harus ngerti ini, mau berhitung, mau kalkulasi, mau ke lapangan. Saya beberapa kali turun langsung ke pabrik, Presiden ngurus-ngurusin hal seperti itu, tetapi kalau enggak kita urus, enggak rampung dia. Begitu saya datang, saya tanya, kapan akan selesai?" ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan sosok presiden Indonesia periode 2024, 2029, dan 2034, akan menjadi penentu nasib Indonesia. Hal ini lantaran proyeksi berbagai lembaga keuangan dunia seperti World Bank dan IMF menyebut Indonesia mampu melompat menjadi negara maju apabila mampu memanfaatkan peluang dalam tiga periode tersebut.

"2024, 2029, dan 2034, itu sangat menentukan negara kita melompat menjadi negara maju. Kesempatan itu hanya ada di tiga periode kepemimpinan nasional, yang ngomong bukan saya, yang ngomong pakar-pakar, baik dari IMF, World Bank," ujar Jokowi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jokowi: Saya Berduka Atas Gugurnya 3 Prajurit Terbaik TNI di Lebanon

Jokowi: Saya Berduka Atas Gugurnya 3 Prajurit Terbaik TNI di Lebanon

NASIONAL
Jokowi Enggan Berspekulasi Soal Tokoh Koordinator Isu Ijazah Palsu

Jokowi Enggan Berspekulasi Soal Tokoh Koordinator Isu Ijazah Palsu

NASIONAL
Dubes Iran Bertemu Jokowi di Solo, Ini yang Dibahas

Dubes Iran Bertemu Jokowi di Solo, Ini yang Dibahas

NASIONAL
Stafsus Wapres Tina Talisa Bertemu Jokowi, IKN dan Persatuan Disorot

Stafsus Wapres Tina Talisa Bertemu Jokowi, IKN dan Persatuan Disorot

NASIONAL
Isu Politik Sepekan: Kasus Air Keras hingga Prabowo Jamu SBY-Jokowi

Isu Politik Sepekan: Kasus Air Keras hingga Prabowo Jamu SBY-Jokowi

NASIONAL
Prabowo Dijadwalkan Bertemu SBY dan Jokowi di Istana

Prabowo Dijadwalkan Bertemu SBY dan Jokowi di Istana

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT