ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Deretan Gubernur atau Wakil Gubernur Perempuan yang Menang pada Pilkada 2018

Senin, 8 Juli 2024 | 12:21 WIB
MI
TE
Penulis: Muhammad Rizki Imami | Editor: TCE
Mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Beritasatu.com/Kowel Joseph)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018, dihiasi beberapa perempuan yang terpilih menjadi pemimpin sebuah wilayah. Berdasarkan perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi (Perludem), perempuan yang menang dalam Pilkada 2018 berasal dari kader partai, petahana, legislator, dan memiliki jaringan elit yang tersebar di wilayah.

Berikut ini delapan perempuan yang menang dalam Pilkada 2018.

1. Anne Ratna Mustika
Perempuan yang lahir pada 28 Januari 1982 ini, terpilih sebagai bupati Purwakarta pada Pilkada 2018. Anne terpilih sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai bupati Purwakarta, berpasangan dengan Aming. Pasangan Anne-Aming memenangkan pilkada dengan perolehan suara 218.429 suara.

ADVERTISEMENT

2. Ade Munawaroh Yasin
Ade Munawaroh Yasin lahir pada 29 Mei 1968 di Bogor. Ade pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor. Ade merupakan kader dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ade Yasin terpilih sebagai bupati Bogor pada Pilkada 2018 berpasangan dengan Iwan Setiawan dan didukung oleh PPP, PKB, dan Gerindra. Pasangan Ade-Iwan menang dengan perolehan suara sebesar 192.221 suara.

3. Umi Azizah
Umi Azizah merupakan juru kampanye pada awal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru berdiri. Umi Azizah terpilih sebagai wakil bupati Kabupaten Tegal mendampingi Ki Enthus Susmono pada 2013.

Umi kembali maju sebagai bupati Tegal pada Pilkada 2018 didampingi Sabilillah Ardie. Pasangan tersebut kemudian memenangkan pilkada tersebut dengan perolehan suara sebesar 518.017 suara.

4. Khofifah Indar Parawansa
Khofifah adalah mantan menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid. Kemudian periode 2014-2018, Khofifah menjabat sebagai mensos. Khofifah terpilih menjadi gubernur Jawa Timur, didampingi Emil Dardak, pada Pilkada 2018.

5. Anna Mu’awanah
Anna Mu’awanah lahir pada 3 Februari 1968. Anna adalah seorang politisi PKB yang pernah menjabat sebagai anggota DPR pada 2009 hingga 2018. Pada 2018, Anna maju sebagai calon bupati Bojonegoro didampingi oleh Budi Irawanto sebagai wakil. Pasangan tersebut berhasil memenangkan Pilkada 2018 dengan perolehan suara sebesar 236.358 suara.

6. Ika Puspitasari
Ika Puspitasari lahir pada 12 April 1979, dan terkenal karena menjadi aktivis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Ika merupakan lulusan Universitas Airlangga dengan gelar sarjana ekonomi. Ika Puspitasari maju sebagai wakil dari Achmad Rizal Zakaria dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada 2018. Pasangan tersebut didukung oleh Partai Golkar dan Gerindra, dan mendapat perolehan 23.644 suara.

7. Paulina Haning-Bullu
Paulina Haning merupakan istri dari mantan bupati Rote Ndao yang menjabat selama dua periode, Leonard Haning. Paulina kemudian maju sebagai bupati Rote Ndao, didampingi oleh Stefanus M Saek dan didukung Partai Golkar dan Nasdem. Pasangan tersebut menang Pilkada 2018 dengan perolehan 22.908 suara.

8. Mundjidah Wahab
Mundjidah Wahab lahir pada 22 Mei 1948, dan sudah menjadi anggota DPRD Jombang sejak 1971. Mundjidah Wahab merupakan anak dari salah seorang pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah. Pada 2013, Mundjidah terpilih menjadi wakil bupati Jombang dan pada 2018, terpilih menjadi bupati Jombang didampingi Sumrambah dengan perolehan 234.971 suara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

NASIONAL
Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

NASIONAL
KPK: Pilkada Lewat DPRD Lebih Besar Risiko Transaksi Korupsi

KPK: Pilkada Lewat DPRD Lebih Besar Risiko Transaksi Korupsi

NASIONAL
Pilkada Mau Dikembalikan lewat DPRD, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Pilkada Mau Dikembalikan lewat DPRD, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

NASIONAL
Mensesneg: Tak Ada Agenda Ubah Sistem Pilpres dan Pilkada

Mensesneg: Tak Ada Agenda Ubah Sistem Pilpres dan Pilkada

NASIONAL
Komisi II DPR Tampung Usulan PDIP Soal E-Voting

Komisi II DPR Tampung Usulan PDIP Soal E-Voting

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon