Pandemi Covid-19, Southampton Jadi Klub Inggris Pertama Potong Gaji Pemain

Kamis, 9 April 2020 | 21:06 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Aksi striker Liverpool Roberto Firmino melewati adangan pemain Southampton di Anfield, Sabtu, 1 Februari 2020.
Aksi striker Liverpool Roberto Firmino melewati adangan pemain Southampton di Anfield, Sabtu, 1 Februari 2020. (Paul ELLIS / AFP)

Southampton, Beritasatu.com - Klub Southampton FC menjadi klub Premier League Inggris pertama yang secara resmi memotong gaji pemain mereka terkait pandemi virus corona (Covid-9). Seperti dilansir dari situs resmi klub, Kamis (9/4/2020), gaji para pemain akan mengalami pemotongan selama beberapa bulan.

Para direktur klub serta manajer Ralph Haseenhuttl dan stafnya juga akan terkena kebijakan yang sama sampai Juni.

Southampton mengatakan selain para pemain akan mengalami pemotongan gaji untuk April, Mei, dan Juni, pihak klub juga tidak akan menggunakan skema cuti pemerintah dalam kurun waktu itu.

Dalam pernyataannya, Southampton juga berkata bahwa para staf yang tidak mengalami pemotongan gaji akan tetap menerima gaji 100 persen utuh.

Southampton yang sebelum Premier League Inggris dihentikan hanya unggul tujuh poin di atas zona degradasi, menuturkan bahwa pemotongan gaji akan membantu melindungi masa depan klub, staf yang bekerja di dalam, dan komunitas yang mereka layani.

Operator Liga Inggris telah meminta klub-klub peserta untuk memotong gaji para pemain sebesar 30 persen, namun Persatuan Pesepak bola Profesional (PFA) berargumen bahwa langkah itu akan memberi dampak negatif terhadap kontribusi pajak kepada layanan kesehatan Inggris.

Para pemain kemudian meluncurkan gerakan untuk menggalang dana bagi layanan kesehatan dengan dasar sukarela.

Keputusan Liverpool dan Tottenham Hotspur untuk merumahkan staf mereka sempat mendapat kritik tajam dari banyak pihak. Liverpool kemudian mencabut keputusan tersebut.

Newcastle United, Bournemouth, Norwich City, dan sejumlah klub dari divisi bawah mengatakan bahwa mereka akan meminta bantuan dana dari pemerintah.

Lebih dari 7.000 orang telah meninggal dunia akibat virus corona di Inggris, dan Perdana Menteri Boris Johnson kini sedang dirawat di unit ICU akibat virus tersebut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon