Akhir Agustus, Aplikasi Pelacak Pendaki Rinjani mulai Diterapkan
Kamis, 14 Agustus 2025 | 04:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengumumkan mulai akhir Agustus 2025 akan diterapkan penggunaan aplikasi pelacak pendaki Gunung Rinjani. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan para pendaki.
Raja Juli menjelaskan pihaknya menggandeng Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) untuk mengembangkan aplikasi yang mampu memantau lokasi pendaki secara real-time.
“Dengan ponsel, kita bisa melacak posisi mereka. Semacam tracking yang memperlihatkan keberadaan kelompok pendaki, baik di Sembalun maupun dari Jakarta,” ujarnya di kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Jakarta, Rabu (13/8/2025),
Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat mitigasi saat terjadi insiden di jalur pendakian, termasuk mempermudah pencarian dan penyelamatan ketika ada pendaki yang mengalami kecelakaan.
Raja Juli menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah memperkuat sinyal di titik-titik rawan.
“Di area berbahaya akan kita pasang penguat sinyal. Targetnya zero waste dan zero accident, tidak ada sampah dan tidak ada kecelakaan,” tegasnya.
Uji coba aplikasi sudah dilakukan saat penutupan pendakian Rinjani. Setelah pendakian dibuka kembali pada 11 Agustus 2025, penerapan penuh masih menunggu penyelesaian penguatan jaringan internet di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani.
Menurutnya, standar pendakian baru ini akan menjadi proyek percontohan sebelum diterapkan di gunung-gunung lain di Indonesia.
“Akhir Agustus atau awal September sudah jalan, dan ini pilot project di Rinjani,” katanya.
Selain aplikasi pelacak, Kemenhut juga menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) baru, termasuk syarat pengalaman mendaki, pemeriksaan kesehatan, kewajiban pendampingan oleh pemandu berpengalaman, penggunaan asuransi premium, dan ketentuan lainnya demi keselamatan pendaki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




