Buruh Long March ke Patung Kuda, Bawa 10 Tuntutan ke Pemerintah
Rabu, 10 September 2025 | 15:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Urun Rembug Nasional Serikat Pekerja–Serikat Buruh menggelar aksi long march menuju kawasan Patung Arjunawijaya atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2025).
Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul di depan Menara Thamrin. Massa kemudian bergerak menyusuri Jalan MH Thamrin menuju Silang Selatan Monas.
Diperkirakan sekitar 500 peserta aksi hadir dengan membawa spanduk raksasa bertuliskan “10 Tuntutan Forum Urun Rembug Nasional Serikat Pekerja–Serikat Buruh.” Dua mobil komando yang dilengkapi pengeras suara turut mengiringi jalannya aksi.
Peserta aksi mengenakan atribut serikat pekerja, membawa bendera organisasi, serta mengibarkan bendera Merah Putih. Sebagian berjalan kaki, sementara lainnya menggunakan kendaraan bermotor.
“Kami jalan kaki bersama-sama, sebagian ada yang pakai motor. Mobil komando juga ikut mendampingi,” ujar Fahmi (28), salah seorang peserta.
10 Tuntutan Buruh
Dalam spanduk besar yang dibentangkan, terdapat sepuluh tuntutan utama yang mereka sampaikan kepada pemerintah dan lembaga negara, yakni:
- Reformasi total lembaga negara seperti DPR/DPRD, Polri, TNI, Kejaksaan Agung, MK, dan MA yang dianggap sarat birokrasi dan jauh dari kepentingan rakyat.
- Pemecatan anggota DPR dan reshuffle kabinet yang dianggap gagal bekerja serta mengkhianati mandat rakyat.
- Penghentian kekerasan aparat terhadap demonstran, mahasiswa, dan aktivis.
- Penghapusan pajak yang membebani rakyat kecil, termasuk pungutan dari korporasi pengelola sumber daya alam.
- Penurunan harga sembako, listrik, dan BBM demi meringankan beban masyarakat.
- Pengesahan UU Ketenagakerjaan yang benar-benar melindungi hak pekerja dan buruh.
- Reformasi sistem upah minimum dengan standar pendapatan layak sebesar Rp7,1 juta per bulan.
- Perbaikan sistem jaminan sosial dengan menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan mendorong jaminan sosial gratis serta universal.
- Penghentian praktik kerja eksploitatif seperti outsourcing, pelanggaran jam kerja, serta lemahnya perlindungan dari PHK dan masa pensiun.
- Pemberantasan pungli di dunia usaha dan penciptaan iklim usaha yang adil, termasuk menolak sistem upah murah.
Pada bagian bawah spanduk, tertulis seruan besar: “Bangkit, Bergerak, Hancurkan Tirani,” yang menjadi simbol perlawanan buruh terhadap kondisi sosial-ekonomi saat ini.
Aksi ini mencerminkan akumulasi kekecewaan buruh terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil. Isu harga sembako, kenaikan BBM, hingga iuran BPJS menjadi sorotan karena langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain menuntut perlindungan hak pekerja, desakan reformasi lembaga negara juga menegaskan bahwa buruh menuntut perubahan sistem politik dan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.
Patung Kuda dipilih sebagai titik akhir long march karena selama ini menjadi simbol aspirasi rakyat sekaligus lokasi strategis untuk menyuarakan protes terhadap kebijakan pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




