Begini Suasana Pemantauan Hilal Awal Ramadan di Puncak Monas
Selasa, 17 Februari 2026 | 17:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama memantau posisi hilal untuk penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah di puncak Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026) sore. Berbagai persiapan teknis, termasuk pemasangan teleskop dan perangkat observasi sudah disiapkan.
Puncak Monas dipilih karena memiliki ketinggian sekitar 115 meter dari pelataran, sehingga dinilai ideal untuk mendapatkan sudut pandang cakrawala yang luas tanpa terhalang gedung bertingkat maupun polusi udara.
Petugas dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas turut mendampingi proses persiapan hingga pelaksanaan pengamatan hilal.
Staf UPK Monas, Nursamin mengatakan berdasarkan data BMKG, posisi hilal pada 2026 diperkirakan sudah berada di atas ambang batas kriteria MABIMS.
“Data BMKG menunjukkan posisi hilal tahun ini diprediksi sudah berada di atas kriteria MABIMS, sehingga secara perhitungan peluang terlihat cukup besar,” ujar Nursamin.
Meski demikian, hasil pemantauan di lapangan tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan awal puasa. Hasil pemantauan akan dilaporkan ke Kemenag untuk dibahas dalam sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Selasa sore.
Menteri agama akan mengumumkan hasil sidang isbat sekaligus menetapkan awal Ramadan 2026 setelah waktu salat magrib malam ini dan turut disiarkan langsung di Beritasatu TV.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




