Krisis Ojol Saat Ramadan, Waktu Tunggu hingga 15 Menit
Minggu, 15 Maret 2026 | 12:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah warga mengeluhkan krisis ojek online (ojol) selama Ramadan, apalagi menjelang waktu berbuka. Waktu tunggu yang sebelumnya hanya beberapa menit kini bisa mencapai lebih dari 15 menit, terutama di kawasan perkantoran.
Salah satu pengguna, Lingga (30), mengaku kerap mengalami pembatalan pesanan oleh pengemudi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, alasan yang sering disampaikan pengemudi adalah jarak penjemputan yang terlalu jauh.
“Beberapa hari ini sering di-cancel juga alasannya jauh. Memang saya lihat lokasinya lumayan jauh,” ujar Lingga saat diwawancarai di Stasiun Tanah Abang Baru, Minggu (15/3/2026).
Ia juga menceritakan pernah mengalami pesanan yang sudah diterima pengemudi, tetapi tidak segera mendapatkan respons. Hal itu membuat penumpang kebingungan apakah harus membatalkan pesanan atau tetap menunggu.
“Kadang driver-nya didiemin saja, enggak di-chat atau apa. Jadi kita bingung juga mau cancel atau enggak,” katanya.
Lingga menambahkan, waktu tunggu untuk mendapatkan pengemudi kini bisa mencapai 10 hingga 15 menit. Padahal, lokasi pemesanan berada di kawasan perkantoran yang biasanya mudah mendapatkan layanan ojol.
Menurutnya, pihak aplikator perlu memperbaiki sistem agar pesanan dapat lebih cepat diterima oleh pengemudi yang berada paling dekat dengan penumpang.
Keluhan serupa juga disampaikan Vivi (25), yang sering menggunakan layanan ojol untuk perjalanan pulang ke tempat tinggalnya. Ia mengaku saat ini waktu tunggu terasa lebih lama dibandingkan sebelumnya.
“Iya, lagi susah banget sih. Ini aja saya sudah nunggu lumayan lama. Kalau biasanya setiap kali nyari langsung dapat,” kata Vivi.
Ia berharap sistem dalam aplikasi dapat diperbaiki agar proses pencarian pengemudi menjadi lebih cepat. Menurutnya, meski jumlah mitra pengemudi terlihat banyak, bisa saja jumlah tersebut tidak sebanding dengan permintaan masyarakat.
“Mungkin mitranya banyak, tetapi sistem di aplikasinya atau jumlah driver enggak sebanding sama masyarakat yang pesan,” ujarnya.
Keluhan terkait sulitnya mendapatkan ojek online belakangan ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pengguna mengaku waktu tunggu menjadi lebih lama karena meningkatnya permintaan layanan. Selain itu, lonjakan pesanan selama Ramadan, sebagian pengemudi yang mulai mudik, hingga faktor tarif dan kemacetan disebut turut memengaruhi ketersediaan pengemudi di lapangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




