ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Viral Krisis Ojol di Jakarta Saat Ramadan, Warga Sulit Dapat Driver

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:22 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Warga Jakarta keluhkan krisis ojol jelang buka puasa Ramadan 2026. Ketimpangan tarif, macet, dan cuaca ekstrem jadi pemicu minimnya driver.
Warga Jakarta keluhkan krisis ojol jelang buka puasa Ramadan 2026. Ketimpangan tarif, macet, dan cuaca ekstrem jadi pemicu minimnya driver. (ANTARA/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Fenomena "Krisis Ojol" tengah melanda Jakarta dan sekitarnya di tengah suasana bulan Ramadan 2026. Sejumlah pengguna jasa transportasi daring, baik Grab maupun Gojek, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pengemudi, terutama pada jam-jam krusial menjelang berbuka puasa.

Keluhan ini memuncak dan menjadi viral setelah akun Instagram @jktdiemplease mengunggah keresahan warga net pada Kamis (12/3/2024). Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa kesulitan mendapatkan layanan ojek online (ojol) telah merata dialami warga Jakarta.

"Ternyata krisis ojol ini lagi serentak dialamin sama warga Jakarta. Belum lagi, umat muslim yang jadi nunda buka karena enggak dapet ojol buat anter order makanan kita," tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.

Komentar netizen di unggahan tersebut menggambarkan situasi yang cukup pelik. Akun novie.octa, misalnya, menceritakan pengalamannya terkena ghosting oleh mitra pengemudi.

ADVERTISEMENT

"Driver-nya enggak mau (ambil), ojol biasanya diem, di aplikasi enggak gerak-gerak, di DM pun gak dijawab. Pilihan lain naik TJ dan kereta pun penuh banget," keluhnya.

Beberapa pengguna lain bahkan mulai melirik alternatif transportasi lama seperti taksi konvensional maupun operator lain seperti Maxim yang dinilai lebih mudah didapatkan saat jam sibuk.

Di sisi lain, para mitra pengemudi memiliki alasan kuat di balik fenomena ini. Akun luthfifauzan06 yang mengaku sebagai driver menjelaskan bahwa menyalakan aplikasi di jam sibuk justru merugikan mereka secara finansial.

"Menyalakan di jam sibuk itu tidak worth karena argo tidak seberapa tapi kejebak macetnya lama. Mohon maaf tetapi faktanya hanya menghabiskan bensin," ungkapnya jujur.

Senada dengan hal itu, akun s_kirayuki menyoroti ketimpangan tarif. "Harga di aplikasi naik buat customer doang, tetapi buat ke driver harganya enggak naik, malah potongan aplikasinya gede," tuturnya.

Menanggapi kegaduhan ini, Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, memberikan penjelasannya. Ia mengakui adanya peningkatan waktu tunggu (high waiting time) di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir.

"Hal ini terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress dan GrabFood, mengalami peningkatan yang cukup tinggi," ujar Tyas dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Tyas juga menambahkan bahwa faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan banjir di beberapa ruas jalan Jakarta turut memperparah ketersediaan mitra di lapangan. Saat ini, pihak Grab mengklaim tengah melakukan penyesuaian operasional untuk menyeimbangkan antara permintaan (demand) dan ketersediaan mitra (supply).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Krisis Ojol Saat Ramadan, Waktu Tunggu hingga 15 Menit

Krisis Ojol Saat Ramadan, Waktu Tunggu hingga 15 Menit

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon