Pramono Dukung JKF 2026 untuk Genjot Ekonomi Jakarta
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung langkah Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menggelar Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta, khususnya melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.
Pramono menilai kolaborasi antara BI, OJK, pemerintah daerah, dan para pelaku ekonomi kreatif menjadi faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.
"Buat saya kolaborasi yang dilakukan BI, OJK, pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif lewat acara-acara seperti ini dapat berdampak nyata bagi sebuah kota. Maka itu, saya menyampaikan terima kasih dan kalau bisa kegiatan seperti ini jangan setahun sekali, tetapi makin sering makin baik karena kami merasakan dampaknya besar bagi pertumbuhan ekonomi di daerah," ungkap Pramono, Jumat (19/6/2026).
Menurut Pramono, perkembangan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu faktor penentu keberlanjutan pertumbuhan kota besar, seperti Jakarta. Ia menilai ekonomi kreatif dan ekonomi digital telah menjadi dua sektor yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
Selain itu, semakin banyaknya penyelenggaraan kegiatan ekonomi kreatif diyakini dapat meningkatkan kepercayaan global terhadap Jakarta sebagai kota yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
"Ekonomi kreatif itu merupakan new engine. Di dalamnya ada digital economy, ada artificial intelligence yang sekarang yang mengubah wajah sebuah kota," tegasnya.
Senada dengan Pramono, Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan penyelenggaraan JKF 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Jakarta (new engine of growth).
Menurut Iwan, sektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah, terutama melalui berbagai subsektor yang mampu menciptakan efek berantai bagi sektor lainnya.
"Ekonomi kreatif ini merupakan new engine of growth, terutama kami melihat dari 17 subsektor ekonomi kreatif, utamanya musik dan film yang selama ini hanya dilihat sebatas hiburan. Dari aspek ekonominya memberikan multiplier effect yang luar biasa," ujar Iwan.
Ia menjelaskan, industri musik dan film tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi secara langsung, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi digital.
Iwan menambahkan, penyelenggaraan JKF 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 DKI Jakarta yang akan diperingati pada tahun depan.
Menurutnya, sinergi antara perayaan HUT Jakarta, Jakarta Fair, dan Jakarta Kreatif Festival diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjaga tingkat konsumsi sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Ibu Kota.
"Kami ingin momentum HUT Jakarta, Jakarta Fair, dan Jakarta Kreatif Festival saling mendukung sehingga konsumsi masyarakat sebagai tulang punggung ekonomi Jakarta tetap terjaga," tutupnya.
Penyelenggaraan JKF 2026 diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku industri kreatif, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jakarta. Dengan dukungan sektor digital, teknologi, dan inovasi, ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta di masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Aniaya Warga hingga Tewas, 3 Sekuriti PT Agrinas Palma Jadi Tersangka




