Klaster Perkantoran Melonjak, Pemprov DKI: Warga Merasa Kebal Telah Divaksin Covid-19
Senin, 26 April 2021 | 20:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengungkap alasan kasus Covid-19 di klaster perkantoran mengalami lonjakan dalam beberapa minggu terakhir.
Salah satunya, kata Andri, euforia masyarakat Jakarta terhadap vaksinasi Covid-19. Apalagi sebagian besar yang terpapar Covid-19 di klaster perkantoran adalah mereka yang sudah divaksinasi Covid-19.
"Yang pertama terkait masalah euforia masyarakat dengan vaksin. Dia menganggap bahwa telah dilaksanakan vaksin, kekebalan tubuh meningkat, dia tidak akan lagi terkena Covid-19," ujar Andri saat dihubungi, Senin (26/4/2021).
Selain itu, kata Andri, penyebab lain adalah faktor kejenuhan juga masyarakat terhadap berbagai ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang sudah diperpanjang beberapa kali. Kejenuhan ini membuat masyarakat khususnya di perkantoran menjadi abai terhadap protokol kesehatan.
"Nah, ini akhirnya tingginya lonjakan kasus," ungkap dia.
Pengawas
Penyebab lain, lanjut Andri, adalah jumlah pengawas dari Disnaker yang sangat terbatas dibandingkan jumlah perkantoran di Jakarta. Dia mengungkapkan, dalam sehari pihaknya menerjunkan 18 tim untuk mengawasi perkantoran di seluruh Jakarta. Satu tim bisa mengawasi tiga sampai empat perusahaan. Dengan jumlah seperti itu, kata dia, tentu tidak bisa mengawasi semua perusahaan di Jakarta yang jumlahnya mencapai 43.000 lebih.
"Satu sisi jujur saja memang pengawasan yang kita lakukan kan dilihat, ya klasik memang dilihat dari jumlah pengawas dan jumlah perusahaan yang diawasi sangat jauh sangat jauh sekali perbandingannya," pungkas Andri.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan warga Jakarta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan termasuk para pekerja atau pegawai kantor. Pasalnya, dalam seminggu terakhir kasus Covid-19 di klaster perkantoran mengalami lonjakan.
"Waspada klaster perkantoran, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 klaster perkantoran naik dalam seminggu terakhir," ujar Pemprov DKI melalui akun Instagram resminya @dkijakarta, Sabtu (24/4/2021).
Disebutkan, pada periode 5-11 April 2021, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta sebanyak 157 kasus yang tersebar 78 perkantoran. Jumlah ini mengalami kenaikan menjadi 425 kasus yang tersebar 177 perkantoran pada periode 12-18 April 2021.
"Sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di perkantoran terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi Covid-19. Meski sudah mendapatkan vaksinasi, bukan berarti seseorang akan 100% terlindungi dari infeksi Covid-19," tulis Pemprov mengingatkan.
Lebih lanjut dijelaskan Pemprov DKI bahwa vaksinasi Covid-19 hanya memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat Covid-19 dan tetap bisa menularkan jika seseorang terinfeksi Covid-19.
"Oleh karena itu, menerapkan prokes penting dilakukan. Mari saling melindungi, diri sendiri dan orang sekitar kita dengan menjalankan 5M dengan disiplin tinggi, demi memutus rantai penularan Covid-19," imbuh Pemprov DKI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




