ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kisah Bapak-Anak Jadi Imam dan Bilal Salat Tarawih

Kamis, 6 Mei 2021 | 22:25 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Sanwani Soehaly dan putranya, Raffa Nur Sya'bani (10 tahun) menjadi imam dan bilal tarawih di Tenda Mesjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat.
Sanwani Soehaly dan putranya, Raffa Nur Sya'bani (10 tahun) menjadi imam dan bilal tarawih di Tenda Mesjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Bulan Suci Ramadan 1442 H tinggal menghitung hari, akan segera berlalu. Namun ada yang akan tinggal jadi kenangan yang mengesankan bagi jemaah Tenda Masjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, yaitu bapak-anak yang jadi imam dan bilal Salat Tarawih. Duet tersebut adalah Sanwani Soehaly, sang ayah dan anaknya, Raffa Nur Sya'bani yang baru berusia 10 tahun.

Selama Ramadan, sudah empat kali Salat Tarawih dan Witir di Tenda At Tabayyun dipimpin duet bapak-anak ini. Kolaborasi imam dan bilal ini sangat kompak. Di sela Salat Tarawih dan Witir, suara Raffa akan mengalun merdu, mengawali dengan bacaan Alquran sesuai tajwidnya. Duet anak bapak ini sungguh memukau. Akan dikenang lama oleh warga Muslim di TVM.

Sesungguhnya, baru di Tenda At Tabayyun inilah, Raffa berani mentas pertama kali. Namun, sejak penampilan perdana itu, Raffa langsung merebut perhatian jemaah Salat Tarawih. "Lantunan suaranya bikin gemes. Bikin kita terkenang-kenang dan merindukannya," komentar Kepala Humas Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun, Wiwien Soendari.

Keluarga Sanwani tinggal di daerah Kebon Jeruk, tepatnya di Jalan Padang, Sukabumi Selatan. Jaraknya beberapa kilometer dari Tenda At Tabayyun. Keduanya mencapai lokasi dengan berboncengan sepeda motor.

ADVERTISEMENT

Raffa anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sanwani dan Nurlailah. Ia lahir di Jakarta, 21 Juli 2010. Kakaknya bernama Shafa Keila Wardhani dan adiknya, Saheel Dhiya Kasyafani.

Raffa tumbuh di lingkungan keluarga islami. Raffa mulai mempelajari khazanah keilmuan Islam seperti Nahwu, Shorof yang merupakan dasar tata bahasa Arab, serta mengaji Alqur'an dan Hadits dari ayahnya yang bertugas sebagai Penghulu di KUA Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.

Terlilit Ari-ari
"Proses kelahiran Baban (panggilan akrab Raffa) sangat sulit sekali, " kenang Sanwani, Rabu (5/5/2021) malam setelah memimpin Salat Tarawih. "Sebab, Baban terlilit ari-ari dan plasentaprevia saat persalinan. Seperti memberi tanda tentang keistimewaan Raffa kelak."

Ada cerita juga menarik saat Raffa masih dalam kandungan. Ayahnya bermimpi bertemu sosok seperti Sunan Kalijaga, salah satu waliyullah tanah Jawa. Dalam mimpi itu Sunan Kalijaga mengatakan, "anak ini akan lahir berkelamin laki-laki dan akan futuh dalam ilmu agama. Jadi harus dibina secara baik oleh kedua orang tuanya".

Keistimewaan Raffa mulai tampak pada usia satu tahun. Ia sangat menyenangi pelajaran Nahwu dengan mulai membaca nadzhom imrithi mengikuti murid-murid ayahnya yang sedang menghafal.

Seiring dengan pertumbuhannya, Raffa bersekolah di SD Al Falah Pagi, sebuah institusi pendidikan Islami yang masih mempertahankan konsep klasik pembelajaran Nahwu, Shorof, dan Hadits, serta Hifzul Qur'an.

Suara Raffa yang khas mendayu-dayu membaca lafaz sebagai bilal pada Salat Tarawih dan Witir memberikan semangat tersendiri bagi jemaah terutama ibu-ibu. Mereka juga gemas pada bangun tubuh Raffa yang gempal. Serupa bapaknya yang juga gempal, membuat anak bapak ini seperti pinang dibelah dua.

Sang ayah, Sanwani Soehaly, SS kelahiran Jakarta April 1978. Dia menyelesaikan pendidikan S1 UIN Jakarta Fakultas Adab Jurusan Bahasa dan Sastra Arab pada Tahun 2003. ASN Kemag Penghulu KUA Kembangan Jakarta Barat itu sebelumnya pernah bekerja di bagian dokumentasi di rumah produksi Bintang Group.

Setelah sekian lama bekerja ia mengundurkan diri untuk berkonsentrasi menyelesaikan studinya. Setelah lulus Sanwani kembali ke almamaternya di Bintang Group. Tetapi tidak lagi sebagai karyawan, melainkan sebagai pengisi kegiatan Musala At Tabayyun di Aula Kantor Bintang Group sampai sekarang.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Atap Lapangan Padel di Kembangan Ambruk, Wali Kota: Tak Ada Korban

Atap Lapangan Padel di Kembangan Ambruk, Wali Kota: Tak Ada Korban

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT