Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Rendah, Anies Sebut Dampak Vaksinasi
Senin, 14 Juni 2021 | 09:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan kematian akibat Covid-19 di Jakarta relatif stabil dan terhitung rendah. Padahal, kasus Covid-19 setelah mudik dan Lebaran 2021 melonjak.
Menurut Anies, hal ini tidak terlepas dari proses vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan terhadap kelompok priorias I, yaitu tenaga kesehatan dan kelompok prioritas II, yaitu lansia dan pelayan publik.
"Saya perlu jelaskan sedikit mengapa angka kematian relatif stabil, salah satunya orang tua yang sudah vaksinasi di Jakarta mencapai angka 65 persen," ujar Anies di acara Apel Patroli Skala Besar Gabungan di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021).
Untuk tenaga kesehatan dan pelayan publik, kata Anies, sudah mencapai angka 100 persen.
Menurut Anies, vaksinasi Covid-19 menurunkan risiko penularan, perawatan, dan kematian akibat Covid-19.
Lebih lanjut, Anies menuturkan, Pemprov DKI akan terus meningkatkan dan mempercepat vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini, telah dibuka vaksinasi Covid-19 terhadap kelompok prioritas III, yakni masyarakat rentan dan kelompok prioritas IV, yakni masyarakat umur 18 tahun ke atas.
"Dan saat ini vaksinasi di Jakarta, di akhir Juni ini, ditargetkan 3 juta vaksinasi. Per hari ini sudah tercapai 2,87 juta," pungkas Anies.
Tenaga Kesehatan
Hingga 13 Juni 2021, total vaksinasi dosis pertama untuk tenaga kesehatan, lansia, dan pejabat publik di Jakarta sudah mencapai sebanyak 2.880.882 atau 96,0% dari target 3.000.689 dan dosis kedua mencapai 1.861.918 atau 62,0%.
Perinciannya adalah vaksinasi dosis pertama untuk tenaga kesehatan 135.728 atau 120,9% dari target 112.301 tenaga kesehatan, dan dosis kedua mencapai angka 120.935 atau 107,7%.
Vaksinasi dosis pertama untuk lansia 595.046 atau 65,3% dari target 911.631 lansia dan dosis kedua mencapai angka 535.273 atau 58,7%. Kemudian, dosis pertama untuk pelayan publik 2.150.108 atau 108,8% dari target 1.976.757 pelayan publik dan dosis kedua mencapai angka 1.205.710 atau 61,0%. Sementara vaksin gotong royong dosis pertama sebanyak 38.892 dan dosis kedua sebanyak 3.562.
Vaksinasi terhadap kelompok prioritas III sudah dilakukan, yakni masyarakat rentan yang dimulai 5 Mei yang mencakup warga di 445 RW kumuh/padat sesuai Pergub No 90 Tahun 2018, warga zona merah/oranye dan warga di RW yang ditemui varian baru.
Yang termasuk kelompok prioritas III juga adalah warga 50 tahun ke atas yang vaksinasinya dimulai 28 Mei dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dimulai 30 Mei.
Mulai 9 Juni lalu, Pemprov DKI juga telah melakukan vaksinasi terhadap kelompok prioritas IV, yakni warga 18 tahun ke atas. Syaratnya bagi kelompok prioritas ini adalah warga umur 18 tahun ke atas baik yang berKTP DKI Jakarta, berdomisili di Jakarta yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari RT atau yang bekerja di Jakarta (pegawai di Jakarta) yang dibuktikan dengan surat keterangan bekerja di DKI Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




