ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hari Terakhir Bursa, IHSG Mencoba Level Resisten 6.910

Jumat, 30 Desember 2022 | 08:12 WIB
IH
FB
Penulis: Indah Handayani | Editor: FMB
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B Universe Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com – Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (30/12/2022). IHSG hari ini diprediksi akan diperdagangkan pada support dan resistance di level 6.784 - 6.910. Siap-siap bakal untung dari lima saham ini di hari terakhir perdagangan 2022, salah satunya ANTM.

Pada perdagangan Kamis (29/12/2022), IHSG ditutup menguat sebesar 9 poin (0,14%) ke level 6.860. Sektor teknologi, Kesehatan, industri, konsumen primer, infrastruktur bergerak positif mendominasi kenaikan IHSG.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, Geliat industri manufaktur di dalam negeri kembali meningkat seiring dengan kebijakan strategis untuk kembali menggerakan ekonomi pascapandemi. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada November yang cukup ekspansif meskipun memang masih terbatas. Kalau diperhatikan memang sejumlah tantangan baik dari dalam negeri masih terjadi, namun kinerja industri manufaktur masih bisa ekspansif terbatas.

"Kalau kita juga lihat dari sisi ekspor pun mengalami kenaikan di tengan ketidakstabilan kondisi dunia usaha atas sejumlah isu yang bererdar. Terpantau bahwa nilai ekspor industri pada Januari-Oktober 2022 mencapai US$ 173,20 atau berkontribusi 76,51% dari total nilai ekspor nasional. Bahkan, kinerja tersebut meningkat sebesar 20,39%," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (20/12/2022).

ADVERTISEMENT

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, dengan angka-angka yang menjanjikan dari industri manufaktur, dukungan dari konsumsi rumah tangga yang tangguh dan rencana pemerintah mengenai Industri 4.0 serta berfokus pada peningkatan pasar minyak asiri, Indonesia berupaya menjadi 10 negara ekonomi terbesar di dunia pada 2030. Kami memandang bahwa perkembangan sektor manufaktur di dalam negeri meskipun terbatas masih mampu ekspansif.

"Hal ini masih memberikan optimisme bagi sektor industri untuk melaju di tengah sejumlah tantangan baik di dalam maupun dalam negeri seperti kenaikan harga bahan baku, kenaikan cost of fund dan penurunan daya beli masyarakat," tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, jelang akhir tahun ini pemerintah berencana akan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atas Penghasilan dari pekerjaan, jasa dan kegiatan. Dimana tujuan dari RPP tersebut sehubungan dengan upaya untuk mendorong kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang belum sepenuhnya optimal serta sejalan dengan reformasi pajak Indonesia yang salah satunya mengedepankan aspek kepastian dan kemudahan dan juga bertujuan untuk memberikan kemudahan pelaksanaan pemenuhan kewajiban perpajakan kepada seluruh pemberi kerja dan pekerja wajib pajak orang pribadi dalam negeri.

"Dengan adanya PP tersebut tentunya ini akan meningkatkan kepatuhan perpajakan yang berkelanjutan," jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut investor bakal raih untung dari lima saham pilihan ini di hari terakhir perdagangan 2022. Kelima saham pilihannya adalah ANTM, ACES, ADRO, BUMI, PJAA.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon