ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hingga 2027 PGE Investasi Rp 24,3 T, Tahun Ini Rp 8,3 T

Selasa, 14 Februari 2023 | 05:22 WIB
MT
WP
Penulis: Mashud Toarik | Editor: WBP
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) anak usaha PT Pertamina (Persero) sektor panas bumi akan berinvestasi sebesar US$ 1,6 miliar (Rp 24,3 triliun) dalam 5 tahun ke depan atau hingga 2027. Untuk tahun 2023, PGE berinvestasi US$ 250 juta (Rp 3,8 triliun).

"Untuk menggenjot pertumbuhan kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri sebesar 600 MW (megawatt) menjadi 1.282 MW pada 2027 perseroan sudah merencanakan investasi baru, yang total nilainya US$ 1,6 miliar," kata Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Nelwin Aldriansyah dikutip Investor Daily di Jakarta Senin (13/2/2023).

Dia mengatakan perseroan menargetkan meningkatkan basis kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri, dari saat ini 672 MW saat menjadi 1.272 MW pada tahun 2027. "Kunci untuk mendukung pertumbuhan pendapatan perseroan adalah peningkatan dan pertumbuhan kapasitas terpasangnya.

ADVERTISEMENT

Nelwin menjelaskan pada 2022, emiten berkode saham PGEO itu mengalokasikan belanja modal (capital expentiture/capex) sebesar US$ 60 juta.

Pada 2023 PGE investasi US$ 250 juta, lalu pada 2024 sebesar US$ 350 juta. Jika ditotal, PGE meyiapkan investasi senilai US$ 1,6 miliar sepanjang 2023-2027.

"Kami menjajaki berbagai alternatif pendanaan, seperti pelepasan saham perdana atau IPO (initial public offering). Dalam waktu dekat kami juga akan menerbitkan green bond dan alternatif pembiayaan lainnya," kata Nelwin.

Pertamina Geothermal Energy baru saja menyelesaikan rangkaian bookbuilding atau roadshow, pada 31 Januari 2023 hingga 9 Februari 2023.

Anak usaha PT Pertamina (Persero) di bawah Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) itu akan melepas sebanyak-banyaknya 10,35 miliar saham atau 25% saham ke publik dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga IPO di kisaran Rp 820-Rp945, PGE berpotensi meraih dana maksimal Rp 9,78 triliun datu Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana IPO akan digunakan PGE salah satunya untuk kebutuhan belanja modal.

PGE turut mengalokasikan sebanyak-banyaknya 1,50 persen atau 630.398.000 (630,39 juta) saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum untuk program opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan.

Periode penawaran umum perdana saham PGE dijadwalkan 20-22 Februari 2023. Pencatatan atau listing perdana di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 24 Februari 2023.

Dalam penawaran umum perdana saham, PGE menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PGE juga menunjuk CLSA, Credit Suisse, dan HSBC sebagai international selling agents.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Green Hydrogen Ulubelu Ciptakan Serapan Tenaga Kerja dan Investasi Energi Bersih

Green Hydrogen Ulubelu Ciptakan Serapan Tenaga Kerja dan Investasi Energi Bersih

EKONOMI
Pertamina Hadirkan Teknologi Elektrolisis Modern untuk Produksi Green Hydrogen di Ulubelu

Pertamina Hadirkan Teknologi Elektrolisis Modern untuk Produksi Green Hydrogen di Ulubelu

EKONOMI
Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

EKONOMI
PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon