ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kondisi Perbankan Indonesia Stabil, BI Tetap Waspadai Efek SVB

Minggu, 19 Maret 2023 | 17:52 WIB
AK
FB
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FMB
Ilustrasi Bank Indonesia.
Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara/Dokumentasi BI)

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Hayono mengatakan pihaknya tetap waspada meskipun kondisi perbankan Indonesia dinilai bisa mengantisipasi dampak tiga bank di Amerika Serikat. Oleh karena itu BI tetap berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan domestik

"Komunikasi di antara KSSK yaitu BI, Kemenkeu, OJK, dan LPS terus dilakukan, bahkan day to day untuk memastikan (stabilitas sistem keuangan). Kesimpulan dari diskusi itu memang masih menyatakan bahwa ketahanan perbankan Indonesia ini masih cukup bagus," tutur Erwin dalam kesempatan yang sama .

Dia mengatakan dari indikator perbankan terlihat meyakinkan misalnya rasio kecukupan modal perbankan (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 25,93% pada Januari 2023. Likuiditas industri perbankan di awal 2023 masih di atas threshold dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) pada Januari 2023 masing-masing tercatat sebesar 129,64% dan 29,13%. Rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) net perbankan sebesar 0,76% dan NPL gross sebesar 2,59% pada Januari 2023.

"Angka CAD sebesar 25,93% jauh dari standar biasa. Sementara itu alat likuid kalau dibandingkan DPK sekarang angkanya 29% ini jauh dari 20%, artinya alat likuid perbankan kita secara keseluruhan jauh melebihi kebutuhannya," kata Erwin.

ADVERTISEMENT

Mengenai stress test, Erwin mengatakan secara agregat kondisi perbankan Indonesia dalam kondisi bagus. Dia menuturkan setiap bulan Bank Sentral melakukan stress test kepada seluruh bank. Dari hasil analisis stress test BI dan dikonsolidasikan dengan analisis oleh OJK, kondisi perbankan di level agregat maupun di level individual masih cukup baik.

"Ada beberapa bank yang akan terkena (dampak) tetapi tidak sampai kolaps. Nah itu yang disampaikan stress test tidak hanya dilakukan mengacu pada kasus SVB jadi ketahanan industri perbankan kita yang sering disampaikan saya kira itu convincing," ucap Erwin. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon